Teddy disambut meriah buruh, canda Prabowo: Presidennya gue bukan dia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto berkelakar saat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendapat sorakan meriah dari para buruh dalam puncak Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta Pusat, Jumat.

Berdasarkan pantauan ANTARA melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, awalnya Presiden Prabowo menyebut jajaran pejabat negara yang hadir dalam acara tersebut.

Saat menyebut nama jabatan Teddy, ribuan buruh langsung bersorak sorai, terutama buruh perempuan.

Prabowo sempat berhenti sejenak, lalu menyinggung respons para buruh yang sudah bersorak bahkan sebelum nama Teddy disebutkan.

"Belum saya sebut nama, kalian sudah teriak. Yang teriak emak-emak semuanya," kata Prabowo tersenyum.

Presiden kemudian berseloroh bahwa yang menjadi Presiden adalah dirinya, bukan Teddy.

"Gue Presidennya, bukan dia, gue Presidennya," kata Prabowo yang langsung disambut kembali oleh sorak sorai dari massa buruh.

Setelah itu, Prabowo resmi menyebut nama Sekretaris Kabinet RI Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya yang kembali disambut tepuk tangan dan sorakan dari para buruh yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyapa sejumlah pejabat negara lain yang hadir, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.

Turut hadir pula Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Prabowo juga menegaskan bahwa dalam urusan buruh tidak ada sekat partai politik karena seluruh pihak harus membela kepentingan pekerja.

"Untuk buruh tidak ada partai, kita semua membela kepentingan buruh," ujarnya.

Kepala Negara turut menyapa para pimpinan konfederasi serikat pekerja, di antaranya Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban, serta Ketua Umum KPBI Ilhamsyah.

Selain itu hadir pula Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, pimpinan Kadin, Apindo, Hipmi, serta pimpinan perusahaan BUMN dan swasta lainnya.

"Nanti diabsen. Yang tidak hadir daftarnya kasih saya. Bagaimana? Setuju?" ujarnya.

Baca juga: Prabowo bakal kucurkan KUR bunga 5 persen per tahun

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas undangan dari kalangan buruh untuk hadir pada peringatan 1 Mei atau May Day yang disebutnya sebagai hari perjuangan kaum buruh di seluruh dunia.

Presiden menyebut dukungan dari kaum buruh, petani, nelayan, dan pekerja menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya menjadi presiden.

Karena itu dia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang hidupnya masih sulit.

"Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin.
Dan itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia," tegasnya.

Prabowo menilai dalam satu tahun terakhir, masyarakat dapat melihat bahwa kebijakan-kebijakan pemerintahan yang dipimpinnya diarahkan untuk membela seluruh rakyat Indonesia, khususnya kepada para pekerja.

Baca juga: Prabowo pastikan akan fasilitasi kebutuhan "daycare" untuk anak buruh

Baca juga: Merasa selalu didukung buruh Prabowo bersumpah sejahterakan rakyat

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.