Teknologi cerdas berperan dalam membentuk ulang lanskap olahraga China

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Fuzhou (ANTARA) - Para perenang menyesuaikan teknik gerakan renang mereka dengan bantuan kamera bawah air dan algoritma kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robot humanoid menyelesaikan lari setengah maraton (half-marathon), dan sebuah perusahaan pakaian olahraga menggunakan desain yang dihasilkan AI untuk seragam.

Ini adalah beberapa contoh bagaimana teknologi digital dengan cepat membentuk ulang lanskap olahraga di China.

"Pada 2030, kami bertujuan untuk membangun sebuah komunitas olahraga digital yang tersebar luas, cerdas, presisi, aman, efisien, dan terbuka," ujar wakil direktur informasi olahraga di bawah naungan Administrasi Umum Olahraga China Zhu Han.

Pelatih tak terlihat

Pada April 2024, Komite Olimpiade Internasional meluncurkan Agenda AI Olimpiade, mendorong komunitas olahraga global untuk mengadopsi AI.

Tim DeepMind Google menganalisis data tendangan sudut dari Liverpool FC dan mengembangkan TacticAI, asisten AI untuk taktik sepak bola. IBM Watsonx bermitra dengan Ultimate Fighting Championship untuk meningkatkan pengalaman penonton dan alur kerja siaran.

Google juga membangun sistem analisis berbasis video untuk tim ski Amerika Serikat, membantu atlet menyempurnakan teknik mereka.

Di China, alat serupa kini diterapkan di berbagai cabang olahraga.

"Kecerdasan digital menggeser olahraga dari yang berbasis pengalaman menjadi berbasis data, dan dari yang berbasis manusia menjadi berbasis kecerdasan," kata dekan sekolah teknik olahraga di Universitas Olahraga Beijing Shen Yanfei.

Tim Shen telah mengembangkan sebuah sistem analisis berbasis AI untuk renang. Dengan menggunakan kamera berkecepatan tinggi di atas dan di bawah air, sistem tersebut mengukur metrik inti seperti kecepatan putaran dan waktu segmen, sementara algoritma AI menganalisis postur awal dan detail teknis setiap gerakan.

Sistem itu juga menawarkan tinjauan video, anotasi data, dan pembuatan laporan otomatis, membantu pelatih melakukan penyesuaian secara presisi.

"Sistem serupa juga telah digunakan dalam pelatihan lompat jauh, dan sistem itu merekonstruksi setiap detail gerakan untuk memandu optimalisasi teknik," kata Shen.

Membentuk ulang industri, mendorong inovasi

Li-Ning, salah satu merek pakaian olahraga terkemuka di China, menggunakan AI dalam pengembangan produksi.

Yang Fan, direktur senior pusat riset ilmu olahraga di Li-Ning, mengatakan timnya melakukan perjalanan ke Iten di Kenya, pusat lari jarak jauh yang terkenal, pada tahun lalu.

Dengan menggunakan perangkat portabel untuk menganalisis gerakan tubuh utama para pelari maraton elit, mereka menyintesis data postur lari 3D. Wawasan tersebut membantu mengoptimalkan sepatu lari bagi atlet papan atas dan pada akhirnya bermanfaat bagi pelari massal.

Menurut Yang, penerapan AI Li-Ning saat ini mencakup bantuan desain, sampel virtual, rekomendasi material, dan prediksi tren. Dalam rantai pasokan dan merchandising, proyek percontohan mencakup penjadwalan produksi cerdas dan pengisian ulang cerdas.

Di toko-toko, layanan pelanggan bertenaga AI dan uji coba (try-on) virtual sedang diuji.

Seorang penyuka olahraga menggunakan fasilitas olahraga cerdas di sebuah taman di Wuxi, Provinsi Jiangsu, pada 10 Mei 2025. (ANTARA/Xinhua)


Anta Sports, grup pakaian olahraga besar lainnya di China, meluncurkan strategi "AI365" tahun lalu. Rencana tersebut menggunakan AI untuk memangkas biaya, meningkatkan efisiensi, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Wakil presiden di Anta Zhang Tao mengatakan perusahaan itu telah mengeksplorasi penerapan AI dari desain hingga manufaktur, dengan proposal kreatif para desainer melonjak hingga 400 persen.

"Teknologi digital telah tertanam kuat dalam seluruh rantai industri olahraga, menjadi pendorong pertumbuhan yang penting," ujar direktur komite penasihat ahli nasional China untuk data Jiang Xiaojuan.

Kebugaran cerdas yang dapat diakses semua orang

Teknologi digital juga menghadirkan kebugaran berbasis sains yang dapat dijangkau masyarakat umum.

Zhu mengatakan platform layanan informasi kebugaran nasional China saat ini telah menghubungkan tingkat nasional dan regional, serta menguji coba konsep "satu jaringan untuk kebugaran massal". Platform itu mengintegrasikan sumber daya seperti pusat kebugaran dan panduan ilmiah.

Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), China akan mempromosikan "kode kebugaran" dan mengeksplorasi sistem berbasis poin, yang dikenal sebagai "perbankan olahraga (sports banking)".

Sebuah robot humanoid dibuat untuk menembak bola pada olahraga basket dalam sebuah foto yang diambil pada 25 April 2025. (ANTARA/Xinhua)


Menurut Shen, perangkat yang dapat dikenakan (wearable) dan aplikasi kebugaran kini menerjemahkan hasil latihan menjadi data presisi, seperti detak jantung, asupan oksigen, beban latihan, dan indeks kelelahan.

"Hal itu membantu orang memahami cara berolahraga dan melakukannya dengan aman. Perangkat kebugaran cerdas dapat menghasilkan analisis kesehatan instan untuk pengguna," kata Shen.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.