Teknologi IS3 dirancang untuk atasi risiko paparan darah pada nakes

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi medis B. Braun Indonesia menciptakan sebuah teknologi bernama Introcan Safety® 3 (IS3) untuk mengatasi risiko tinggi paparan darah pada tenaga kesehatan guna menciptakan standar keselamatan zero blood exposure.

"Kehadiran Introcan Safety® 3 mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi keselamatan global ke Indonesia yang membantu melindungi tenaga kesehatan sekaligus mendukung perawatan pasien yang berkualitas tinggi," kata Presiden Direktur B. Braun Indonesia Rainer Ruppel dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ruppel menjelaskan IS3 merupakan inovasi generasi terbaru kateter intravena (IV) dan dirancang menggunakan teknologi blood control septum.

Teknologi tersebut turut dirancang dengan perlindungan keselamatan otomatis yang aktif seketika saat digunakan, membantu meminimalkan insiden kerja tanpa memerlukan langkah aktivasi tambahan dari pengguna.

Fitur keselamatan pasif ini mendukung staf rumah sakit dengan mengurangi risiko paparan sekaligus menjaga efisiensi alur kerja klinis sehari-hari.

Baca juga: Kemenkes: 549 nakes-named telah imunisasi campak untuk pencegahan

Dia menjelaskan bahwa prosedur klinis harian yang terus menempatkan perawat dan dokter pada risiko tinggi paparan darah menjadi latar belakang dari terciptanya teknologi medis itu.

Merujuk pada tinjauan sistematis klinis (Fereidouni et al., 2018), kontak dengan darah dan cairan tubuh terjadi jauh lebih sering dibandingkan insiden tempat kerja lainnya, di mana risiko paparan darah saat pemasangan kateter IV dapat mencapai 10 kali lebih tinggi daripada cedera tertusuk jarum, sehingga menjadi tantangan utama keselamatan kerja di rumah sakit.

"Kami menghadirkan teknologi kontrol darah baru yang mendukung pendekatan zero visible blood contact selama prosedur rutin," ujar Ruppel.

Ketua Perkumpulan Seminar Akses Intravena Indonesia (INA-PERSAI) Dr. Masfuri, S.Kp., turut menekankan pentingnya adopsi teknologi closed system.

"Kemajuan teknologi pada kateter IV menjadi standar baru untuk memberikan keamanan tambahan bagi tenaga kesehatan dari paparan darah serta mengurangi risiko penyebaran patogen kepada pasien. Hal ini berdampak signifikan pada kepuasan dan kenyamanan pasien," kata Masfuri.

Ia menilai kehadiran teknologi itu dapat mendukung efisiensi rumah sakit dan memajukan standar keselamatan kerja.

Baca juga: IDAI minta nakes perbaiki komunikasi dan gencar edukasi soal vaksin

Baca juga: BPOM perluas akses vaksin campak bagi dewasa guna lindungi nakes

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.