Jakarta (ANTARA) - Pemanfaatan teknologi neuronavigasi dinilai mampu meningkatkan akurasi pada prosedur medis kompleks seperti bedah saraf dan penanganan stroke.
Sebagaimana keterangan pers yang diterima, Minggu, teknologi tersebut terdapat pada alat kesehatan bernama Medtronic Neuronavigasi S8 yang disediakan oleh PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).
Medtronic Neuronavigasi S8 merupakan sistem navigasi bedah yang memungkinkan dokter melakukan operasi bedah saraf dengan panduan citra real-time, sehingga setiap langkah tindakan dapat dipetakan dengan presisi tinggi.
Baca juga: Kemenkes: Transfer teknologi tinggi dukung progres 2 program quick win
Head of Neuroscience Team Siloam Hospitals dr. Michael Lumintang Loe menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan lompatan besar bagi layanan kesehatan.
Dia menuturkan dalam tindakan bedah saraf seperti operasi penyakit tumor otak, saraf kejepit, dan stroke, teknologi navigasi memungkinkan operasi dilakukan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi hingga mencapai skala sub-milimeter secara real-time.
"Ini memberikan outcome menjadi lebih baik. Dengan dukungan fitur seperti image fusion dan tractography, kami dapat mengidentifikasi sekaligus memitigasi risiko kerusakan pada struktur saraf yang kritikal. Hal ini memastikan seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga eksekusi operasi, berjalan jauh lebih optimal," kata dia.
Baca juga: Kemenkes: Transfer teknologi tinggi perkuat kemandirian alkes RI
Dia juga menambahkan aspek fleksibilitas dan kemudahan operasional menjadi nilai tambah yang signifikan dalam praktik klinis sehari-hari.
Sistem ini juga memiliki kemampuan integrasi yang sangat baik dengan perangkat medis lain seperti 3D C-Arm.
"Selain itu, desainnya yang ergonomis dan user-friendly sangat membantu tim bedah dalam menjalankan prosedur yang kompleks secara lebih nyaman, fokus, dan efisien,” ujar dr. Michael.
Baca juga: Prosedur bedah robotik tingkatkan kenyamanan pasien pascaoperasi
Pengenalan teknologi neuronavigasi tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Siloam Fair 2026 di Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Sumatera Utara.
IRRA turut menghadirkan teknologi medis lain, seperti Electrosurgical Unit (ESU) Valleylab, sistem bor bedah Midas Rex, serta berbagai produk medis habis pakai yang digunakan dalam layanan rumah sakit.
Direktur Utama PT IRRA Heru Firdausi Syarif menyatakan sinergi antara penyedia teknologi medis dan fasilitas kesehatan adalah kunci utama dalam menjawab tantangan layanan kesehatan modern.
Baca juga: Kemenkes luncurkan teknologi Quantoom gencarkan inovasi vaksin mRNA
"Melalui penyediaan teknologi navigasi bedah S8, kami harap dapat membantu tim medis RS Siloam dalam memberikan layanan bedah yang lebih presisi, aman, dan optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Sistem Medtronic Neuronavigasi S8 yang diperkenalkan melalui kegiatan tersebut diklaim sebagai satu-satunya teknologi sejenis yang saat ini tersedia di Sumatera Utara.
Baca juga: Inovasi teknologi perawatan arteri jantung karena pengerasan kalsium
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·