Seorang personel militer Israel dilaporkan tewas dalam konfrontasi bersenjata di wilayah Lebanon selatan pada Senin (27/4/2026). Insiden mematikan ini terjadi di tengah periode gencatan senjata yang secara resmi telah diberlakukan sejak pertengahan April lalu.
Kematian prajurit tersebut dikonfirmasi oleh pihak militer Israel sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP. Selain satu korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan sejumlah personel lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Pernyataan resmi militer Israel mengidentifikasi korban meninggal dunia sebagai Sersan Idan Fooks yang masih berusia 19 tahun. Fooks dinyatakan gugur saat terlibat dalam pertempuran di area operasi Lebanon selatan.
"selama pertempuran" kata pihak militer Israel.
Laporan militer kemudian merinci kondisi personel lain yang terdampak dalam peristiwa yang sama. Terdapat lima prajurit tambahan yang dikonfirmasi mengalami cedera akibat kontak senjata tersebut.
"seorang perwira dan tiga tentara lainnya terluka parah, bersama dengan seorang tentara yang terluka sedang dan seorang tentara yang terluka ringan." tulis pernyataan resmi militer Israel.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang telah diperpanjang, Israel mengklaim memiliki legitimasi untuk merespons ancaman tertentu. Pihak Tel Aviv berdalih berhak melakukan tindakan militer terhadap serangan yang dinilai sudah direncanakan, akan segera berlangsung, atau sedang berjalan.
"serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung" tulis ketentuan gencatan senjata tersebut.
Di sisi lain, intensitas serangan udara Israel terhadap wilayah selatan Lebanon dilaporkan meningkat. Kantor Berita Nasional Lebanon mencatat adanya peringatan evakuasi di tujuh lokasi sebelum militer Israel melancarkan gempuran udara ke wilayah tersebut.
"Pesawat tempur Israel melancarkan serangan" lapor Kantor Berita Nasional Lebanon.
Dampak dari agresi udara di kawasan Kfar Tibnit dan sekitarnya mengakibatkan jatuh korban dari pihak sipil. Kementerian Kesehatan Lebanon merilis data terbaru mengenai jumlah kematian dan luka-luka akibat operasi militer tersebut.
Sedikitnya 14 orang dinyatakan tewas dalam rangkaian serangan tersebut, termasuk di antaranya dua orang wanita dan dua anak-anak. Selain korban jiwa, otoritas kesehatan setempat mencatat sebanyak 37 orang lainnya menderita luka-luka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·