Siapa yang pernah mengalami mimpi indah, tapi lupa apa detail mimpinya saat terbangun? Rupanya ini hal normal yang dialami oleh banyak orang.
Mimpi paling sering terjadi saat tidur fase rapid eye movement (REM). Pada tahap tidur ini, aktivitas otak terlihat mirip dengan otak saat terbangun, tapi ada beberapa perbedaan.
Misalnya, selama tidur REM, area otak bertugas memindahkan memori jangka panjang panjang, termasuk area penyimpanan memori jangka panjang itu sendiri. Area memori jangka pendek memang aktif selama tidur REM, tetapi area tersebut hanya menyimpan ingatan sekitar 30 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mimpi sering cepat terlupakan karena saat fase REM, bagian otak yang bertugas memindahkan ingatan ke memori jangka panjang bekerja kurang optimal. Akibatnya, mimpi hanya tersimpan sementara di memori jangka pendek yang dapat hilang dalam hitungan detik.
"Anda biasanya harus terbangun dari tidur REM untuk bisa mengingat mimpi," kata peneliti mimpi dari Harvard Medical School Deirdre Barrett, dikutip dari Scientific American, menambahkan apabila seseorang justru masuk ke tahap tidur berikutnya tanpa terbangun, mimpi itu tidak akan pernah masuk ke memori jangka panjang.
Terdapat beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan mengingat mimpi. Menurut meta-analisis pada tahun 2008, pria mengingat mimpi lebih banyak dibanding laki-laki.
Orang tua juga mengingat lebih sedikit mimpi dibanding orang berusia muda. Memori mimpi meningkat pada anak-anak sejak mereka mampu menceritakan mimpinya, mencapai puncak dari usia remaja awal hingga awal 20-an, lalu perlahan menurun sepanjang masa dewasa.
Namun, kemampuan mengingat mimpi bisa sangat berbeda pada tiap individu. Ada orang yang hampir tidak pernah mengingat mimpi, sementara ada yang bisa mengingat beberapa mimpi setiap malam.
"Orang yang lebih introvert dan fokus ke dunia batin cenderung lebih mudah mengingat mimpi, sedangkan mereka yang lebih ekstrovert dan berorientasi tindakan cenderung lebih sedikit mengingat mimpi," tandas Barrett.
Cara Mengingat Mimpi
Otak bisa dilatih untuk mengingat mimpi. Konselor klinis British Columbia Leslie Ellis menyarankan orang yang ingin mengingat mimpi bisa meluangkan waktu sesaat setelah bangun tidur, bahkan sebelum menggerakkan tubuh, untuk memikirkan kembali apa yang baru mereka mimpikan.
Coba ingat sebanyak mungkin detailnya. Cara ini membantu memindahkan mimpi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
"Tuliskan segera, maka mimpi itu akan tetap tersimpan. Karena bagi kebanyakan orang, mimpi akan cepat menghilang jika tidak sengaja dicatat," ujar Ellis.
(avk/up)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·