Thailand nantikan kerja sama dengan RI di sektor wisata "wellness"

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bidang ini menjadi salah satu area potensial untuk dikerjakan bersama

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Thailand menantikan kerja sama bilateral dengan Pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor industri pariwisata kebugaran atau wellness, kata Duta Besar (Dubes) Thailand untuk RI Prapan Disyatat di Jakarta, Selasa.

Dalam sesi wawancara dengan media di Kedutaan Besar Thailand di Jakarta, Dubes Prapan menyampaikan dia telah bertemu Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana untuk membahas hal tersebut. Namun, hingga kini pembicaraan itu belum sampai ke tahap kerja sama bilateral.

"Kami sempat membahas peluang kolaborasi. Namun, pembicaraannya masih bersifat umum, belum sampai ke kerja sama yang spesifik. Bidang ini menjadi salah satu area potensial untuk dikerjakan bersama. Mungkin kita perlu melihat lebih detail, terutama bagaimana kita dapat melakukannya," Dubes Prapan.

Baca juga: Thailand perkuat langkah jadi tuan rumah Olimpiade Remaja 2030

Dia menjelaskan Thailand sangat terkenal dengan industri kebugaran, bahkan menjadi yang nomor satu di dunia. Begitu juga dengan Bali, yang menurut dia juga terkenal dengan industri pariwisata kebugaran.

Kendati memiliki sektor unggulan yang sama di bidang pariwisata, Dubes Prapan menilai hal itu bukan menjadi alasan bagi kedua negara untuk bersaing, melainkan menciptakan lebih banyak ruang untuk berkolaborasi dan menghasilkan kerja sama menguntungkan bagi Thailand dan Indonesia.

"Baik Thailand maupun Indonesia sama-sama memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, terutama dalam hal tanaman herbal dan rempah-rempah, yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan wellness. Ini menjadi salah satu bidang potensial untuk kita kembangkan bersama," ucapnya.

Baca juga: Menlu Kamboja dan Thailand bahas isu perbatasan di Brunei

Dia juga menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur pendukung dalam meningkatkan kunjungan untuk sektor pariwisata kebugaran, melalui dukungan pemerintah terhadap peningkatan konektivitas antara Indonesia, terutama Bali, dengan Thailand, hingga kemudahan visa.

"Tentu, semuanya kembali kepada pemerintah, apakah mereka bisa memfasilitasi berbagai regulasi tersebut atau tidak. Namun, jika hal itu sudah tersedia, maka peluangnya akan terbuka. Saya rasa industri pariwisata akan tetap menemukan cara untuk bersaing, sekaligus juga berkolaborasi pada saat yang sama," jelasnya.

Lebih lanjut, Dubes Prapan menyampaikan bahwa sektor pariwisata kebugaran di Thailand sudah berkembang lebih luas, yakni tidak hanya di bidang pengobatan, tetapi juga mencakup perawatan kecantikan, operasi kosmetik, hingga program anti-penuaan (longevity).

Dia menegaskan Thailand sendiri ingin dipandang sebagai salah satu destinasi utama untuk sektor industri pariwisata kebugaran, dengan layanan berkualitas tinggi dan terpercaya. Selain itu, Thailand juga terbuka untuk kerja sama internasional.

"Dan tentu saja, kami terbuka untuk kerja sama dengan negara lain. Saya pikir jika Thailand mendapatkan manfaat, maka pada akhirnya seluruh kawasan juga akan ikut merasakan manfaatnya," ujar Dubes Prapan.

Baca juga: Kecelakaan lalin saat Festival Songkran Thailand turun signifikan

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.