The Strokes Soroti Isu Iran dan Palestina di Coachella 2026, Visualnya Jadi Sorotan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CANTIKA.COM, Jakarta - Band indie rock asal New York, The Strokes menyampaikan kritik terhadap intervensi Amerika Serikat di sejumlah negara, termasuk Iran dan Palestina, saat tampil di Coachella pada Sabtu, 18 April 2026.

Aksi tersebut ditampilkan melalui layar LED raksasa di akhir penampilan mereka, tepat saat membawakan lagu "Oblivius" dari mini album Future Present Past.

Sambil bernyanyi, vokalis Julian Casablancas menampilkan montase berisi tokoh-tokoh dunia yang kematian atau penggulingannya dikaitkan baik terbukti maupun diduga dengan keterlibatan CIA.

Montase Tokoh Dunia Jadi Sorotan

Montase tersebut menampilkan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Patrice Lumumba, Perdana Menteri pertama Kongo yang dieksekusi pada 1961 di tengah dugaan campur tangan Barat.

Selain itu, ada nama Jacobo Árbenz yang digulingkan pada 1954, serta Juan José Torres yang mengalami nasib serupa sebelum akhirnya dibunuh.

Tokoh lain yang ditampilkan termasuk Salvador Allende, Mohammad Mosaddegh, hingga Martin Luther King Jr..

Tak hanya itu, montase juga menampilkan Omar Torrijos dan Jaime Roldós Aguilera yang meninggal dalam kecelakaan pesawat pada 1981.

Soroti Dampak Perang di Iran dan Palestina

Di akhir montase, The Strokes menampilkan pesan terkait dampak perang terhadap pendidikan di Iran dan Palestina.

Salah satu cuplikan menyebutkan bahwa puluhan universitas di Iran telah hancur akibat serangan udara. Visual lain menampilkan penghancuran Universitas Al-Israa di Gaza, yang disebut sebagai universitas terakhir yang masih berdiri sebelum dihancurkan pada 2024.

Sindiran Politik dari Julian Casablancas

Di luar visual panggung, Julian Casablancas juga menyampaikan kritik secara langsung. Ia terlihat mengenakan kaus dengan plesetan logo Amazon Prime menjadi “Crime” sebagai sindiran terhadap korporasi besar.

Ia juga menyinggung rencana kebijakan wajib militer di Amerika Serikat untuk pria usia 18–25 tahun dengan nada sarkastik, memancing reaksi penonton.

Aksi Serupa dari Turnstile

Selain The Strokes, dukungan terhadap Palestina juga datang dari band hardcore punk Turnstile. Saat tampil pada Jumat, 17 April 2026, mereka terlihat mengangkat papan bertuliskan “Free Palestine”. Aksi kedua band ini langsung menjadi perbincangan di media sosial. Mengingat Coachella merupakan salah satu festival musik terbesar di dunia, pesan yang disampaikan di panggung memiliki jangkauan global dan dampak yang luas.

Pilihan Editor: 4 Fakta Menarik Coldplay yang Perlu Kamu Ketahui

BAGUS PRRIBADI | ANDARA ANGESTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.