Tiga Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Meninggal Dunia di Tanah Suci

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sebanyak tiga jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dilaporkan meninggal dunia saat sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci hingga Jumat (8/5/2026). Data tersebut muncul di tengah proses pemberangkatan yang telah mencapai 23.519 jemaah dan petugas melalui asrama haji setempat.

Dilansir dari Cahaya, identitas jemaah yang wafat tersebut meliputi Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 dan Abdul Wachid dari Kloter 7 yang keduanya berasal dari Kabupaten Pasuruan. Selain itu, terdapat Fajar Puja Sasmita yang merupakan jemaah Kloter 11 asal Kota Malang.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya para jemaah tersebut saat ditemui di Asrama Haji Surabaya.

"Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji asal Embarkasi Surabaya di Tanah Suci," kata Mohammad As’adul Anam, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya.

Anam mendoakan agar para jemaah mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi kabar duka ini.

"Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tambah Anam.

Selain laporan kematian, tercatat sebanyak lima jemaah haji mengalami sakit dan dua orang pendamping harus menunda keberangkatan mereka. Para jemaah yang tertunda ini sedang menjalani proses pemulihan kesehatan sembari menunggu ketersediaan kursi kosong pada kelompok terbang (kloter) berikutnya.

Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan sekitar 53 persen dari total kuota 44.080 orang yang dijadwalkan menuju Arab Saudi. Terkait performa ketepatan waktu penerbangan, Anam menyebutkan bahwa 61 kloter telah mendarat sesuai jadwal tanpa mengalami kendala keterlambatan.

"Alhamdulillah, hingga hari ke-18 operasional pemberangkatan berjalan lancar dan seluruh kloter yang telah diterbangkan dapat berangkat tepat waktu. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan untuk menjaga kualitas layanan kepada jemaah," tutup Anam.