Inggris Siapkan Kapal Perang HMS Dragon Kawal Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Inggris berencana mengirimkan salah satu kapal perang canggihnya ke wilayah Timur Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari misi pengawalan maritim yang dipimpin oleh negara-negara Eropa.

Pengerahan kapal tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Dilansir dari Bloombergtechnoz, misi ini baru akan dilaksanakan setelah adanya gencatan senjata yang stabil dan berkelanjutan.

Kapal perang yang kemungkinan besar akan ditugaskan adalah HMS Dragon. Kapal tipe 45 ini memiliki spesifikasi khusus yang mampu menghancurkan rudal berpemandu di udara.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa penempatan HMS Dragon merupakan langkah antisipasi yang matang. Hal ini untuk memastikan kesiapan koalisi multinasional dalam mengamankan jalur perdagangan vital tersebut.

"Penempatan awal HMS Dragon merupakan bagian dari perencanaan yang bijaksana yang akan memastikan Inggris siap, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis, untuk mengamankan Selat Hormuz, ketika kondisi memungkinkan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Misi ini melibatkan partisipasi lebih dari 40 negara yang akan membahas detail operasional pada pertemuan pekan depan. Beberapa negara diperkirakan akan memberikan dukungan berupa patroli udara, pengawalan, hingga kemampuan pembersihan ranjau laut.

Konflik dan Blokade Jalur Energi

Rencana pengamanan ini muncul di tengah upaya Iran mempertimbangkan proposal perdamaian dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang yang telah berjalan selama 10 minggu. Sebelumnya, HMS Dragon telah menyelesaikan uji coba sistem persenjataan di lepas pantai Kreta.

Prancis juga telah menunjukkan komitmennya dengan memindahkan kapal induk Charles de Gaulle ke Laut Merah. Langkah tersebut menjadi sinyal kesiapan koalisi untuk segera mengamankan jalur Selat Hormuz jika kondisi politik memungkinkan.

Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Jalur ini sempat tertutup efektif menyusul meletusnya konflik bersenjata pada akhir Februari lalu yang memicu blokade laut oleh Amerika Serikat.

Meski pembicaraan damai sedang berlangsung, situasi di lapangan masih menunjukkan ketegangan. Komando Pusat AS melaporkan adanya serangan udara terhadap dua kapal tanker kosong milik Iran yang mencoba menerobos blokade menuju pelabuhan negara tersebut pada Jumat lalu.