Tiga kapal yang terdiri dari dua kapal kargo dan satu tanker bahan bakar dilaporkan berusaha melintasi Selat Hormuz pada Selasa (21/4/2026) pagi di tengah pemberlakuan blokade oleh Amerika Serikat dan Iran. Dilansir dari Bloombergtechnoz, pergerakan ini memicu pengawasan ketat menyusul ketegangan yang meningkat di jalur perairan vital tersebut.
Kapal kargo Shoja 2 berbendera Iran terdeteksi bergerak menuju Teluk Oman sebelum akhirnya berhenti mengirimkan sinyal lokasi. Pemantauan intensif dilakukan setelah Angkatan Laut Amerika Serikat menyita sebuah kapal kargo Iran pada Minggu (19/4/2026) sebagai tindakan penyitaan pertama sejak blokade diberlakukan pekan lalu.
Selain Shoja 2, terdapat kapal kargo umum Lian Star berbendera Gambia yang juga terpantau melintasi selat dan berbelok ke arah selatan. Kapal lainnya adalah Ean Spir, sebuah tanker produk minyak tanpa identitas pemilik yang jelas, yang bergerak dari perairan dekat Ras Al-Khaimah, Uni Emirat Arab, menuju Shinas di Oman.
Kondisi lalu lintas di jalur tersebut praktis terhenti dengan sekitar 800 kapal masih terjebak di Teluk Persia. Situasi memanas setelah Iran sempat menyatakan koridor terbuka namun menutupnya kembali karena penolakan Washington untuk mencabut blokade militer.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan pernyataan tegas mengenai status keamanan di kawasan tersebut dalam pengarahan pada Senin (20/4/2026).
"blokade Amerika akan tetap berlaku untuk saat ini," kata Donald Trump, Presiden AS.
Pemimpin AS tersebut juga memberikan indikasi terkait masa depan kesepakatan keamanan sementara yang sedang berlangsung dengan pihak Teheran.
"gencatan senjata dua pekan dengan Iran, yang berakhir Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington, kemungkinan tidak akan diperpanjang," ujar Donald Trump, Presiden AS.
Data Equasis menunjukkan bahwa kapal Lian Star dikelola oleh Mashini S yang berbasis di Dubai, sementara Ean Spir menggunakan taktik armada gelap dengan menyembunyikan identitas bendera negara. Saat ini, pembicaraan diplomatik antara kedua negara tersebut direncanakan akan segera berlangsung di Pakistan guna membahas stabilitas di kawasan Selat Hormuz.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·