Tim Bimbad Bandara Dampingi Jemaah Haji Lansia dan Risti di Arab Saudi

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Bandara terus memberikan pengawalan intensif bagi jemaah haji Indonesia yang baru tiba di Arab Saudi. Pendampingan ini diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi (risti) demi menjamin keamanan serta kenyamanan mereka.

Seperti dikutip dari Cahaya, para petugas memfokuskan bimbingan pada edukasi pelafalan niat isytirath sebelum pelaksanaan umrah wajib. Langkah ini krusial bagi jemaah dengan keterbatasan fisik karena memberikan kelonggaran hukum syariat jika mereka menghadapi kendala di tengah ibadah.

Kondisi padatnya kedatangan di area Makkah Route atau jalur fast track membuat petugas bergerak cepat. Pada Kamis (14/5/2026), ustadzah Anis Diyah Puspita bahkan harus berlari mengejar rombongan jemaah yang melintas cepat di jalur tersebut.

Tindakan responsif ini diambil lantaran fasilitas fast track tidak memungkinkan jemaah untuk masuk ke ruang paviliun bandara terlebih dahulu. Akibatnya, petugas harus menjemput bola demi memastikan pelafalan niat umrah wajib terdampingi dengan baik.

Sebagai informasi, seluruh jemaah haji asal Indonesia melaksanakan jenis haji Tamattu. Metode ibadah ini mengharuskan para jemaah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah umrah terlebih dahulu sebelum memasuki tahapan haji.

Anis Diyah Puspita menjelaskan bahwa edukasi mengenai niat isytirath atau niat bersyarat menjadi materi krusial sebelum umrah dimulai. Langkah preventif ini ditujukan khusus bagi lansia maupun jemaah yang memiliki riwayat penyakit bawaan.

“Jemaah haji kita ada yang lansia dan ada juga yang memiliki penyakit bawaan yang berisiko. Karena itu mereka dibimbing untuk membaca niat isytirath,” ujar Anis.

Secara fikih, niat isytirath merupakan komitmen ihram yang menyertakan klausul syarat tertentu. Syarat ini berlaku apabila jemaah mendadak terhalang untuk menyelesaikan umrah akibat penurunan kondisi kesehatan atau kendala darurat lainnya.

Lafal dan Keistimewaan Niat Isytirath

Para petugas membimbing jemaah untuk melafalkan doa bersyarat tersebut secara langsung. Berikut adalah bacaan niat isytirath yang diajarkan kepada jemaah haji:

“Allahumma inni uridul ‘umrata fa in habasani habisun famahilli haitsu habastani.”

Artinya, “Ya Allah, aku berniat umrah. Jika ada halangan yang menghambatku, maka tempat tahalulku adalah di tempat terjadinya halangan tersebut.”

Anis menyebutkan bahwa pelafalan ini dibolehkan menggunakan bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang dipahami jemaah bertujuan agar makna dan esensi dari niat bersyarat tersebut dapat diresapi sepenuhnya.

Kemudahan hukum syariat ini memberikan dampak besar bagi kondisi psikologis jemaah yang sakit. Jemaah yang terpaksa berhenti di tengah jalan diizinkan langsung bertahalul tanpa kewajiban membayar denda.

“Jika terjadi halangan karena sakit dan tidak bisa menyempurnacakn umrahnya, maka jemaah terbebas dari dam. Insya Allah pahala umrahnya tetap seperti umrah yang sempurna,” jelasnya.

Program bimbingan terpadu di bandara ini menjadi komitmen nyata dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Upaya tersebut difokuskan untuk mewujudkan ekosistem layanan haji yang ramah terhadap lansia serta penyandang disabilitas.