- Minggu, 10 Mei 2026 19:34 WIB
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto (kiri), Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani (kanan), dan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua (tengah) melihat kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono yang berhasil dievakuasi di Desa Mamuya, Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Pada hari ketiga, tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid yang ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan selanjutnya dibawa ke RSUD Jailolo untuk identifikasi. ANTARA FOTO/Andri Saputra/sgd
Mobil ambulans membawa jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono ke rumah sakit di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Pada hari ketiga, tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid yang ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan selanjutnya dibawa ke RSUD Jailolo untuk identifikasi. ANTARAFOTO/Andri Saputra/sgd
Tim SAR gabungan mengangkat kantong jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono untuk dimasukkan ke dalam mobil ambulans setelah berhasil dievakuasi di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Pada hari ketiga, tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura yaitu bernama Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid yang ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari bibir kawah Gunung Dukono dan selanjutnya dibawa ke RSUD Jailolo untuk identifikasi. ANTARAFOTO/Andri Saputra/sgd
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·