ARTICLE AD BOX
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan mengirimkan taruna Korps Pelaut terbaiknya untuk menempuh pendidikan di US Coast Guard Academy (USCGA) mulai tahun 2027. Keputusan ini merupakan tonggak sejarah baru dalam diplomasi pertahanan Indonesia.
Langkah strategis tersebut disepakati dalam pertemuan diskusi staf atau staff talks antara delegasi TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat di Jakarta, pada 9-10 April 2026. Kesepakatan krusial ini ditandatangani oleh Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan bersama Wakil Komandan Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat Laksda Katie Sheldon.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menjelaskan, pemilihan Korps Pelaut didasarkan pada kebutuhan mendesak organisasi. Perwira dari korps ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam tugas penegakan hukum di laut atau law enforcement at sea.
“Peluang karier bagi taruna lulusan akademi di Amerika Serikat tetap sama dengan rekan-rekan mereka yang lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) di Indonesia,” ungkap Tunggul di Jakarta, Sabtu (11/4).
Menurutnya, ilmu spesifik yang didapatkan selama empat tahun di Amerika Serikat justru menjadi nilai tambah bagi organisasi. Para perwira ini diharapkan membawa perspektif global dalam menangani dinamika tantangan maritim yang kian kompleks.
Proses seleksi kandidat akan bergulir pada tahun 2026, dengan penerapan standar pemantauan rekam jejak yang ketat. TNI AL akan menjaring bibit unggul yang memiliki keunggulan akademik, fisik, serta mentalitas baja.
Investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang ini merupakan wujud nyata dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk menciptakan perwira yang fasih terhadap pengawasan wilayah laut secara menyeluruh atau maritime domain awareness.
Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) menegaskan, meskipun menempuh pendidikan di lembaga militer Amerika Serikat, status para taruna ini tetaplah prajurit aktif Indonesia. Institusi menjamin tidak akan ada perbedaan perlakuan dalam jenjang jabatan maupun kepangkatan saat mereka kembali berdinas.
Program ini juga menjadi implementasi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam sektor pertahanan. Selain meningkatkan kualitas individu, pengiriman taruna ini bertujuan mempererat hubungan personal antarcalon pemimpin angkatan laut kedua negara di masa depan.
“TNI AL memandang ilmu dari luar negeri sebagai aset yang memperkuat organisasi dalam menjaga kedaulatan serta menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia,” pungkas Tunggul.
TNI AL kini tengah mematangkan seluruh aspek administratif guna memastikan para duta bangsa yang terpilih mampu memenuhi persyaratan ketat yang ditetapkan oleh pihak akademi di Amerika Serikat.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·