ARTICLE AD BOX
Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun berhasil diselamatkan setelah terkunci di dalam mobil van ayahnya di Prancis timur sejak November 2024. Bocah tersebut ditemukan dalam kondisi kekurangan gizi dan tidak dapat berjalan.
Jaksa setempat, Nicolas Heitz, mengonfirmasi bahwa bocah itu kini telah menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sang ayah ditahan pihak berwenang. Insiden tragis ini terungkap pada Senin (8/4/2026) lalu di desa Hagenbach, dekat perbatasan Swiss dan Jerman.
Dilansir dari Detikcom pada Minggu (12/4/2026), polisi menerima laporan dari warga mengenai "suara anak kecil" yang terdengar dari sebuah van. Petugas segera merespons laporan tersebut.
"Setelah mendobrak pintu van, petugas menemukan anak itu terbaring meringkuk, telanjang, tertutup selimut di atas tumpukan sampah dan dekat kotoran," kata Heitz.
Anak laki-laki tersebut mengalami kekurangan gizi parah dan kehilangan kemampuan berjalan akibat terlalu lama duduk dalam posisi meringkuk. Ayahnya mengakui kepada penyidik bahwa dia menempatkan putranya di dalam truk pada November 2024, saat bocah itu berusia 7 tahun.
Alasan penahanan tersebut, menurut ayah, adalah untuk "melindungi" anaknya dari pasangannya yang ingin mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Namun, Heitz menegaskan tidak ada catatan medis yang menunjukkan masalah kejiwaan pada anak itu sebelum dia menghilang.
Bahkan, bocah tersebut memiliki nilai akademik yang baik di sekolah. Anak itu mengungkapkan kepada penyidik bahwa ia menghadapi "kesulitan besar" dengan pasangan ayahnya.
Ia merasa ayahnya "tidak punya pilihan" selain mengurungnya. Selama masa penahanan itu, dia juga mengaku belum pernah mandi sejak 2024.
Ayah bocah itu kini dijerat dakwaan penculikan dan dakwaan lainnya, serta ditahan. Sementara itu, pasangan ayahnya membantah mengetahui adanya penculikan.
Menurut jaksa, wanita tersebut berada di dalam van saat penemuan terjadi. Dia menghadapi dakwaan awal, termasuk gagal membantu anak di bawah umur yang dalam bahaya, dan telah dibebaskan dengan pengawasan yudisial.
Saudara perempuan anak laki-laki yang berusia 12 tahun dan putri pasangan ayahnya yang berusia 10 tahun kini berada di bawah pengawasan layanan sosial. Kantor kejaksaan sedang mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui penahanan anak tersebut.
Teman dan anggota keluarga korban sebelumnya menduga bahwa anak laki-laki itu berada di lembaga psikiatri. Sementara itu, guru-gurunya diberi tahu bahwa ia telah dipindahkan ke sekolah lain.
Pihak berwenang belum merilis nama korban maupun kerabatnya untuk menjaga privasi. Warga Hagenbach yang dihubungi Associated Press mengungkapkan keterkejutan mereka atas kasus ini dan mengaku tidak menyadari keberadaan anak tersebut selama ini.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·