Jakarta (ANTARA) - Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan pihaknya memperkuat pengawasan di beberapa jalur laut yang kerap jadi lokasi penyelundupan barang ilegal seperti di Selat Malaka dan Laut China Selatan.
Lokasi tersebut dinilai jadi jalur langganan para penyelundup karena dianggap berdekatan dengan beberapa negara yang jadi sumber atau penadah barang selundupan.
"Selat-selat yang mungkin bisa kita waspadai misalnya itu di wilayah Selat Malaka, kemudian di Laut China Selatan, kemudian di negara-negara perbatasan, dan modusnya pun bisa bermacam-macam," kata Denih dalam jumpa pers di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa.
Menurut Denih, beragam modus operasi kerap ditemukan saat petugas melakukan penindakan di lokasi tersebut.
Beberapa modus tersebut diantaranya yakni masuk melalui jalur-jalur tikus pesisir hingga memberikan barang selundupan di tengah laut kepada pihak lain.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, TNI AL telah melakukan beragam upaya seperti memperkuat pusat komando dan pengendalian (Puskodal), pasukan serta alat utama sistem senjata (alutsista) di Kodaeral dan Lanal di daerah.
Hal tersebut menurut Denih harus dilakukan karena pasukan di daerah merupakan ujung tombak TNI AL dalam melakukan penindakan di wilayah terpencil hingga jalur laut besar seperti selat.
"Kita juga akan memperbanyak kapal-kapal patroli yang kecil yang memang lincah, dan penggunaan bahan bakarnya pun itu tidak terlalu besar," kata Denih.
Selain memperkuat alutsista dan pasukan di daerah, Denih juga akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh instansi dan penegak hukum agar penindakan bisa dilakukan dengan maksimal.
Yang tidak kalah penting, kata Denih, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan masyarakat dalam menindak segala bentuk aksi penyelundupan.
"Karena banyak juga masukan masyarakat, 'Oh di sini ditemukan apa' Nah, kita langsung tindak lanjuti," kata Denih.
Dengan adanya kolaborasi ini, Denih memastikan pengamanan wilayah laut di Indonesia akan semakin kuat.
Baca juga: TNI selamatkan 25 juta jiwa dengan gagalkan peredaran narkoba di laut
Baca juga: TNI AL gagalkan penyelundupan 16 ton pasir timah ilegal
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·