Bank Indonesia (BI) melaporkan penggunaan skema transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) hingga April 2026 mencapai US$22,61 miliar. Dikutip dari Bloombergtechnoz, nilai transaksi tersebut melonjak 309 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$7,33 miliar.
LCT merupakan penyelesaian transaksi bilateral oleh pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra menggunakan mata uang negara mitra melalui bank atau pihak penyelenggara perdagangan valuta asing yang ditunjuk (Appointed Cross Currency Dealer/ACCD). Mekanisme ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Direktur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Ruth Cussoy Intama menyatakan bahwa lonjakan tersebut menunjukkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara semakin meluas.
"Volumenya naik tajam dan ini berhasil mendorong diversifikasi mata uang," kata Ruth dalam media briefing di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/5/2026).
China, Jepang, dan Malaysia menjadi negara mitra utama Indonesia dalam implementasi LCT. Kontribusi masing-masing negara tersebut secara berurutan adalah sebesar 89 persen, 6 persen, dan 3 persen.
Jumlah pelaku LCT tercatat terus meningkat hingga mencapai 5.265 pelaku per bulan pada 2026. Data BI menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun secara nyata bagi pelaku usaha.
Pada 2021 angka LCT mencapai 497 pelaku per bulan, kemudian naik menjadi 1.741 pelaku per bulan pada 2022. Jumlahnya terus bertambah menjadi 2.602 pelaku per bulan pada 2023, 5.020 pelaku per bulan pada 2024, hingga melonjak sebanyak 9.720 pelaku per bulan sepanjang 2025.
Ruth menuturkan bahwa kenaikan volume dan jumlah pelaku LCT mencerminkan semakin luasnya diversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional. Langkah ini bertujuan mengurangi dampak gejolak global di tengah tren penguatan dolar AS terhadap transaksi perdagangan antarnegara.
"Bukan berarti kita menghindari dolar AS, karena kita tahu transaksi global masih dominan menggunakan dolar AS. Tetapi untuk negara-negara yang memang memiliki volume transaksi besar dan bisa langsung menggunakan mata uang domestik, kenapa harus lewat dolar dulu?" tuturnya.
Bank sentral memastikan bakal terus memperkuat skema LCT agar penggunaannya meningkat dan meminimalisasi ketergantungan dolar AS yang berdampak positif bagi rupiah. BI menilai skema ini meningkatkan efisiensi biaya transaksi karena menghapus dolar AS sebagai mata uang perantara perdagangan bilateral.
Skema LCT juga didesain untuk mendorong diversifikasi eksposur mata uang, memperdalam pasar keuangan regional, serta memperluas akses partisipasi pelaku pasar di kawasan.
"LCT ini menurut kami merupakan salah satu inisiatif yang perlu terus dikembangkan, apalagi sejak Presiden AS menerapkan Liberation Day. Jadi sudah saatnya kita memperkuat kerja sama bilateral melalui skema LCT," ujar dia.
Menurut Ruth, berbagai negara kini mempercepat kerja sama bilateral penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi melalui bank ACCD. Indonesia menjadi salah satu negara yang agresif mendorong implementasi LCT dan mulai mendapat pengakuan dari negara mitra.
Implementasi LCT Indonesia telah dimulai sejak 2018 yang awalnya dilakukan bersama Malaysia dan Thailand. Kerja sama ini kemudian berkembang ke Jepang, China, Korea Selatan, serta UAE, dan akan segera diimplementasikan dengan Singapura, India, serta Arab Saudi.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·