Tri Tito Karnavian Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mendorong penguatan perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan fisik maupun verbal. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (16/4/2026).

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Tri menjelaskan bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual sering kali dipicu oleh dominasi pihak yang merasa lebih superior. Menurutnya, sinergi lingkungan sangat dibutuhkan untuk menekan angka eksploitasi dan gangguan tersebut yang terjadi secara global.

"Angka kekerasan dalam rumah tangga ataupun pelecehan terhadap perempuan dan eksploitasi terhadap anak ini luar biasa. Ini tidak hanya terjadi di sini, seluruh dunia ada tentang gangguan seperti ini. Tapi kita berdiri di lingkungan kita, ini juga harus bersama-sama (mencegahnya)," kata Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Langkah preventif yang diusulkan mencakup pola asuh orang tua dalam mendidik anak laki-laki agar tidak memiliki mentalitas superioritas di atas perempuan. Tri menekankan bahwa setiap anak memiliki kedudukan yang setara di mata hukum tanpa adanya perbedaan hak dan kewajiban.

"Anak laki-laki kita juga sama sebetulnya dengan anak perempuan kita. Harus dididik sama," kata Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Di sisi lain, pendidikan bagi anak perempuan diarahkan agar mereka memiliki keberanian untuk mempertahankan batasan diri dan menolak segala bentuk perlakuan melanggar hukum. Tri menyatakan bahwa pemahaman mengenai hak-hak individu sangat penting agar mereka merasa aman di lingkungan rumah maupun sosial.

"Dididik untuk memperjuangkan hak-hak mereka, merasa aman di dalam rumahnya, merasa aman di lingkungannya, dan juga merasa bahwa mereka mempunyai kesempatan yang sama dalam segala hal," ungkap Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Belu juga dinilai krusial mengingat posisinya sebagai wilayah perbatasan NKRI dengan Timor Leste. Kader PKK diharapkan mampu membina generasi muda di jenjang SMP dan SMA untuk menjadi pemimpin masa depan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

"Saya berkewajiban juga untuk hadir di sini, karena memberikan semangat kepada semua kader PKK untuk bekerja keras, menjadikan Kabupaten Belu, menyiapkan anak-anak kita sumber daya manusia yang akan terus meneruskan kelangsungan negara Republik Indonesia ini, terutama di perbatasan," kata Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Belu Willybrodus Lay bersama Ketua TP PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawaty Ng Lay. Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Belu dalam agenda yang juga mencakup pelatihan pengelolaan minyak kemiri.