Trump Ancam Hancurkan Total Iran jika Negosiasi Gagal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam 'penghancuran total' Iran apabila negosiasi yang saat ini berlangsung di Pakistan tidak mencapai kesepakatan. Ancaman ini disampaikan pada Minggu (12/4/2026), di tengah persiapan militer AS dengan 'amunisi terbaik'.

Ancaman tersebut, menurut Trump, akan diwujudkan dengan penggunaan persenjataan canggih untuk melakukan 'penghancuran total' jika Iran menolak persetujuan. Pernyataan ini menunjukkan tekanan serius dari AS terhadap Iran dalam proses perundingan yang sedang berjalan.

Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menganalisis bahwa 'penghancuran total' yang dimaksud Trump dapat serupa dengan taktik 'Carpet Bombing' yang pernah diterapkan AS di Irak. Rezasyah, seperti dilansir dari Detikcom, menduga bahwa AS berpotensi menyerang fasilitas sipil dan militer Iran yang dianggap vital.

Selain itu, Rezasyah juga menilai perundingan kali ini sangat pelik. Pasalnya, Presiden Trump tengah menghadapi ancaman pemakzulan, yang bisa memengaruhi perubahan kesepakatan yang sedang diupayakan.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyatakan ketidaktahuannya mengenai maksud pasti dari 'penghancuran total' tersebut. Menurut Hikmahanto, konsep perang seharusnya tidak menargetkan warga sipil.

"Ini yang kita tidak tahu (soal penghancuran total) dan ini merupakan pelanggaran terhadap hak perang karena perang tidak boleh menyasar ke segala aspek kehidupan. Perang hanya diperbolehkan untuk melemahkan kekuatan lawan dengan menyerang prajurit/kombatan dan instalasi militer," jelas Hikmahanto.

Hikmahanto berpendapat bahwa ancaman Trump merupakan strategi untuk memaksa Iran menyetujui perundingan, meskipun kesepakatan tersebut mungkin tidak menguntungkan bagi Iran. Namun, dia juga menambahkan bahwa Iran belum tentu akan tunduk pada ancaman tersebut.

Presiden Trump sendiri menegaskan bahwa militer AS sudah mengisi kapal-kapal dengan senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dia memperingatkan bahwa senjata ini akan digunakan secara sangat efektif jika kesepakatan gagal tercapai.