Trump sebut China ingin terus beli minyak dari Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Washingto (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan China berencana untuk terus membeli minyak dari Iran.

“Namun pada saat yang sama, dia (Presiden China Xi Jinping) mengatakan bahwa mereka membeli banyak minyak dari sana, dan mereka ingin terus melakukannya,” kata Trump kepada Fox News, Kamis (14/5).

Trump menambahkan bahwa Xi juga ingin Selat Hormuz tetap terbuka.

Sebelumnya pada hari yang sama, Gedung Putih menyatakan bahwa pemimpin China itu juga menyampaikan minat Beijing untuk membeli minyak dari Amerika Serikat.

Trump sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 13–15 Mei. Pembicaraan Trump dengan Xi berlangsung pada Kamis, ketika pemimpin China itu turut mengangkat isu penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan.

Pada Jumat, kedua pemimpin dijadwalkan menggelar jamuan makan siang kerja (working lunch).

Adapun 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, yang menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas, dan Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran dalam mengajukan “proposal terpadu.”

Peningkatan ketegangan akibat serbuan AS-Israel terhadap Iran itu hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Peningkatan ketegangan itu mendorong kenaikan harga bahan bakar di banyak negara di dunia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: AS ingin China lebih aktif hentikan upaya Iran di Teluk Persia

Baca juga: RI-Rusia soroti ketegangan Timur Tengah akibat aksi militer AS-Israel

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.