Moskow (ANTARA) - Gerakan Palestina Hamas pada Kamis (14/5) menyerukan gerakan Fatah untuk mengadakan pertemuan guna menyusun strategi nasional Palestina bersama, menurut pernyataan yang diperoleh RIA Novosti.
"Kami menyerukan kepada saudara-saudara kami di gerakan Fatah untuk mengadakan pertemuan langsung, setelah berakhirnya konferensi mereka saat ini, untuk menyepakati strategi nasional terkait seluruh isu yang menjadi perhatian rakyat kami," bunyi pernyataan tersebut.
Hamas mengatakan sudah saatnya mengatasi perbedaan internal di antara faksi-faksi Palestina.
"Saat ini, kami memerlukan konsensus nasional internal agar dapat menghadapi tantangan dan bahaya yang kami hadapi," tambah gerakan Palestina tersebut.
Baca juga: Putra pemimpin senior Hamas tewas akibat serangan udara Israel di Gaza
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025. Juru bicara Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa tentara Israel telah melanggar gencatan senjata tersebut hingga ratusan kali.
Sejak perang meletus antara Hamas dan Israel pada Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 170.000 lainnya terluka. Menurut perkiraan Israel, sedikitnya 1.200 warga Israel juga meninggal dunia.
Berbagai organisasi regional dan internasional memperkirakan rekonstruksi wilayah Gaza yang hancur akan memerlukan setidaknya satu dekade serta dana sekitar 70 miliar dolar AS (sekitar Rp1.230 triliun).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: AS-Hamas gelar pembicaraan langsung di Kairo, perdana sejak gencatan
Baca juga: Kantor Kepresidenan: Erdogan terima delegasi Hamas di Istanbul
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·