Trump Sebut Xi Jinping Beri Sinyal Positif Tambah Impor Minyak Mentah dari AS

Sedang Trending 34 menit yang lalu
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri bersama saat mengunjungi Kuil Surga di Beijing, Tiongkok, 14 Mei 2026. Foto: Reuters/Evan Vucci

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping menyukai gagasan untuk membeli lebih banyak minyak mentah AS saat kedua pemimpin tersebut bertemu di Beijing.

Dikutip dari Bloomberg, Trump menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancara dengan Fox News, setelah seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis mengatakan bahwa China tertarik untuk membeli lebih banyak minyak mentah AS untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Selat Hormuz yang merupakan jalur laut penting tersebut telah ditutup secara efektif sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, sehingga menghambat sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia, yang menyebabkan kenaikan harga.

"Kendati demikian, pernyataan resmi China sejauh ini belum menyebutkan energi sebagai topik yang dibahas kedua pemimpin, tetapi menyebutkan bahwa isu terkait Timur Tengah memang turut dibahas," tulis laporan Bloomberg seperti yang dikutip kumparan, Jumat (15/5).

Trump dan Xi berbicara selama lebih dari dua jam pada Kamis (14/5) lalu, dan dijadwalkan bertemu lagi pada Jumat hari ini sebelum Trump dan rombongannya kembali ke Washington.

Sebelumnya, Trump, mengatakan ia mengangkat isu pemberian akses yang lebih luas bagi Visa Inc. untuk menawarkan layanan pembayaran kepada konsumen dan bisnis China.

Mengutip Bloomberg, Jumat (15/5), “Saya berkata, ‘Bagaimana kalau mengizinkan Visa [di China]?’” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.

“Ngomong-ngomong, kami menghadirkan pimpinan Visa di sana hari ini. Visa adalah hal yang besar. Saya berkata, bagaimana dengan menggunakan Visa di China? Karena alasan tertentu, mereka ditolak, dan mungkin itu akan dicabut," imbuh Trump.

CEO Visa, Ryan McInerney, termasuk di antara kelompok sekitar 30 eksekutif perusahaan AS yang bergabung dengan delegasi Trump untuk kunjungan kenegaraan ke China.

instagram embed