Posisi tidur tengkurap dalam Islam, yang dinilai kurang dianjurkan, menjadi sorotan utama. Penjelasan mengenai hal ini, mulai dari dalil hadis hingga pandangan ulama, telah dirangkum dari berbagai sumber, termasuk Baznas dan Kemenag. Informasi terkait posisi tidur ini telah beredar sejak beberapa waktu lalu.
Hadis-hadis shahih telah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan bimbingan terkait posisi tidur yang baik, salah satunya adalah posisi yang tidak dianjurkan yaitu tidur tengkurap. Dari Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah." (HR. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723). Hadis lain juga menyebutkan hal serupa, yang menegaskan bahwa posisi ini tidak disukai dalam ajaran Islam.
Para ulama menjelaskan bahwa hukum tidur tengkurap tidaklah haram, melainkan makruh. Dengan kata lain, perbuatan ini sebaiknya dihindari meskipun tidak akan mendapatkan dosa jika dilakukan. Larangan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga memiliki nilai adab dan spiritual dalam kehidupan seorang Muslim.
Beberapa ulama, termasuk Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin, menyatakan bahwa posisi tidur tengkurap tidak dianjurkan. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin juga berpendapat agar tidak pantas bagi seseorang untuk tidur tengkurap, kecuali ada alasan yang dibenarkan. Namun, jika ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan, hal tersebut diperbolehkan, dengan mempertimbangkan kebutuhan kesehatan.
Dilansir dari Cahaya, Darul Ifta’ Al-Mishriyah juga menegaskan kemakruhan tidur tengkurap, bahkan menganjurkan untuk membangunkan orang yang tidur dalam posisi tersebut. Posisi tidur tengkurap dianggap sebagai posisi yang dibenci oleh Allah SWT dan juga Rasulullah SAW.
Selain aspek syariat, tidur tengkurap juga berdampak pada kesehatan. Posisi ini dapat menekan organ vital seperti paru-paru dan jantung, sehingga mengganggu pernapasan dan sirkulasi darah. Posisi ini juga berpotensi menyebabkan nyeri leher dan punggung serta meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan refluks asam lambung.
Sebagai alternatif, Rasulullah SAW menganjurkan tidur dengan posisi miring ke kanan. Posisi ini dinilai lebih baik karena membantu melancarkan pencernaan, menjaga sirkulasi darah, dan mengurangi tekanan pada jantung. Umat Islam dianjurkan mengikuti sunnah dengan tidur miring ke kanan agar lebih sehat dan bernilai ibadah.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·