Umat Buddha diajak jadi pelopor perdamaian dan menjaga kerukunan

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Sungguh berbahagia kita hidup tanpa permusuhan di antara mereka yang bermusuhan

Magelang (ANTARA) - Dirjen umat Buddha Kementarian Agama Supriyadi, menyampaikan, umat Buddha diajak menjadi pelopor perdamaian dengan menjaga kerukunan, mengendalikan batin, serta menghadirkan ketenteraman di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia di Magelang, Minggu, menyampaikan dalam ajaran Buddha disebutkan bahwa kebahagiaan dapat terwujud ketika manusia hidup tanpa permusuhan meskipun berada di tengah lingkungan yang masih diwarnai konflik dan perbedaan.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Dalam ajaran Buddha disebutkan bahwa kebahagiaan dapat terwujud ketika manusia hidup tanpa permusuhan meskipun berada di tengah lingkungan yang masih diwarnai konflik dan perbedaan.

Baca juga: Polres Bekasi perkuat pengamanan dengan patroli jelang Waisak

"Sungguh berbahagia kita hidup tanpa permusuhan di antara mereka yang bermusuhan," katanya.

Ia juga mengajak umat Buddha untuk menjadi pribadi yang moderat, mampu menjaga kestabilan batin, serta memiliki sikap yang kokoh dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Ia menuturkan, dengan ketenangan dan kebijaksanaan yang dimiliki, umat Buddha diharapkan dapat menjadi oase ketenteraman bagi lingkungan sekitar sekaligus berperan aktif memperkuat harmoni sosial.

Melalui semangat Waisak, katanya nilai-nilai cinta kasih, toleransi, dan perdamaian diharapkan terus ditanamkan sehingga umat Buddha dapat menjadi pelopor terciptanya kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis di tengah masyarakat.

Baca juga: Kemenimipas beri remisi Waisak kepada 1.052 warga binaan

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.