Umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan dzikir dan doa tertentu sebagai sarana penguat spiritualitas saat menghadapi berbagai bentuk musibah pada Kamis, 16 April 2026. Praktik ini didasarkan pada ajaran Al-Qur’an dan hadis yang memandang ujian sebagai proses penyucian jiwa serta peningkatan derajat keimanan seorang hamba.
Dzikir utama yang sangat dianjurkan saat tertimpa kesulitan adalah kalimat istirja’, yaitu Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kalimat tersebut mengandung makna pengakuan mutlak atas kepemilikan Allah terhadap manusia dan kesadaran akan kepastian kembali kepada-Nya, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Selain istirja’, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa tambahan agar diberikan pahala dan ganti yang lebih baik atas musibah yang terjadi. Menurut buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini merupakan bentuk harapan aktif agar ujian hidup berujung pada kebaikan yang lebih besar bagi pelakunya.
"Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pemilik ‘Arsy yang agung," kata Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim saat beliau menghadapi kesusahan hidup.
Dalam konteks menghadapi penyakit, Nabi Muhammad SAW memberikan tuntunan doa khusus yang memohon kesembuhan total kepada Allah sebagai satu-satunya penyembuh. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam karyanya menekankan bahwa doa tersebut bukan hanya permohonan fisik, melainkan bentuk pengakuan spiritual atas kuasa Tuhan.
Dzikir preventif juga menjadi bagian penting dalam perlindungan diri dari keburukan, termasuk membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas secara rutin setiap pagi dan petang. Imam Ibnu Qayyim dalam Badā’i‘ul Fawā’id menyebut kebutuhan manusia terhadap perlindungan spiritual ini bahkan melebihi kebutuhan pokok seperti udara dan makanan.
Efek dari pengamalan dzikir ini mencakup ketenangan batin, penghapusan dosa, hingga pembukaan pintu pahala yang besar bagi mereka yang bersabar. Dalam pandangan tasawuf melalui kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, musibah dipandang sebagai panggilan halus agar manusia mengikis kesombongan dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·