Umat Islam Diimbau Maksimalkan Amal Saleh 10 Hari Awal Dzulhijjah

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Umat Islam di Indonesia diimbau untuk memaksimalkan berbagai amalan ibadah menjelang masuknya 10 hari pertama bulan Dzulhijjah 1477 H yang diprediksi jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Seruan ini disampaikan oleh sejumlah tokoh agama dalam kajian subuh di Makassar dan naskah khutbah Jumat pada 15 Mei 2026.

Berdasarkan hisab imkan rukyat MABIMS yang dilansir iNews.id, Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, meskipun kepastiannya tetap menunggu hasil Sidang Isbat pemerintah. Dzulhijjah sendiri merupakan salah satu dari empat bulan haram yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam.

Rektor IAI STIBA Makassar, Dr. H. Akhmad Hanafi Dain Yunta, menekankan pentingnya memanfaatkan waktu yang terbatas untuk meraih keberkahan di awal bulan haji tersebut. Hal itu disampaikannya saat mengisi kajian di Masjid Fahrunnisaa, Makassar.

"Umur umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak panjang, rata-rata antara 60 sampai 70 tahun. Karena itu, setiap kesempatan yang Allah berikan sangat berharga dan harus dimanfaatkan untuk mencari keberkahan," ujar Akhmad Hanafi.

Ia menambahkan bahwa amalan pada periode tersebut memiliki nilai yang sangat istimewa, bahkan melampaui derajat ibadah pada waktu-waktu lainnya.

"Amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut sangat istimewa di sisi Allah, bahkan lebih utama daripada jihad fi sabilillah," jelas Akhmad Hanafi.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel, Ustaz Yusri Muhammad Arsyad, dalam siaran RRI Makassar mengingatkan masyarakat untuk memahami keagungan Dzulhijjah yang bahkan diabadikan melalui sumpah Allah dalam Al-Qur'an.

"Sekitar seminggu atau 10 hari lagi kita akan bertemu dengan Zulhijah, oleh karena itu kita sebagai umat Islam harus mengerti bagaimana keutamaannya," kata Yusri.

Ia menguraikan bahwa awal Dzulhijjah merupakan momentum krusial untuk memperbanyak zikir dan memohon ampunan agar terbebas dari siksa api neraka.

"Awal untuk kita berzikir kepada Allah, Allah memulai pada bulan Zulhijah ini yaitu di awal-awal 10 pertama," tambah Yusri.

Menurutnya, tidak ada amal yang bisa menandingi kemuliaan ibadah di sepuluh hari pertama tersebut kecuali bagi mereka yang gugur dalam kondisi syahid.

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan orang dari api neraka kecuali pada hari Arafah," tegas Yusri.

Ia juga meminta masyarakat untuk meninggalkan mitos kesialan hari saat ingin melaksanakan hajatan seperti pernikahan atau pindah rumah pada bulan Dzulhijjah.

"Gunakanlah kesempatan kita ini untuk melaksanakan ibadah-ibadah khususnya puasa di 10 awal daripada bulan Zulhijah," pungkas Yusri.

Terdapat beberapa amalan utama yang dianjurkan, mulai dari puasa sembilan hari pertama termasuk Puasa Tarwiyah dan Arafah, hingga berkurban. Sebagaimana dikutip dari iNews.id melalui riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih Allah cintai dari hari-hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah)." jelas Rasulullah SAW.

Bahkan dalam hadits Imam at Tirmidzi, para sahabat sempat mempertanyakan perbandingannya dengan jihad di jalan Allah.

"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." sabda Rasulullah SAW.

Sahabat pun bertanya apakah jihad tetap tidak bisa menandinginya, yang kemudian dijawab secara spesifik oleh Nabi Muhammad SAW.

"Tidak pula jihad di jalan Allah SWT, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." tutur Rasulullah SAW.

Mengenai puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, terdapat keutamaan besar berupa penghapusan dosa dua tahun sekaligus.

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang." sabda Rasulullah SAW.