Setelah melewati bulan Ramadhan, umat Muslim diimbau untuk menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan Syawal. Penegasan ini disampaikan oleh KH Sobrun Jamili, Sekretaris 4 MUI Kota Tangerang, dalam khotbah Jumat yang dilansir dari Cahaya pada 17 Mei 2026.
Khotbah tersebut menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah, seperti shalat berjamaah, tilawah Alquran, dan sedekah, yang telah ditingkatkan selama Ramadhan. Hal ini untuk memastikan bahwa semangat kebaikan tetap hidup. Momentum Syawal diharapkan menjadi awal peningkatan spiritual umat Muslim.
Selain itu, umat Muslim juga diingatkan akan pentingnya puasa enam hari di bulan Syawal. Ini memberikan peluang pahala yang luar biasa, setara dengan puasa sepanjang tahun. Pelaksanaan puasa di bulan Syawal juga merupakan bukti kesinambungan ketaatan.
Refleksi diri sangat penting dalam menentukan keberhasilan Ramadhan. Artinya, keberhasilan Ramadhan bukan hanya dilihat dari kesungguhan ibadah selama sebulan, tapi dari kemampuan mempertahankan kebaikan setelah Ramadhan berlalu.
Lebih lanjut, umat Muslim didorong untuk terus istiqamah dalam ibadah wajib dan sunnah, serta menjauhi maksiat. Peningkatan iman, ibadah, akhlak, dan silaturahmi, juga dianjurkan di bulan ini.
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit,” kata KH Sobrun Jamili, mengutip dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Syawal juga merupakan waktu tepat untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Ini termasuk menjaga lidah, akhlak, dan menghindari perbuatan dosa.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·