Setelah Idul Fitri pada tanggal yang bervariasi setiap tahun berdasarkan penanggalan Hijriah, umat Muslim dianjurkan untuk segera mengganti puasa Ramadhan yang belum tertunaikan. Kesadaran untuk melunasi 'utang' ibadah ini meningkat signifikan di kalangan umat Muslim.
Pencarian informasi tentang niat puasa qadha Ramadhan, ganti Ramadhan, dan qadha puasa Ramadhan juga mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami tata cara pelaksanaan ibadah tersebut.
Niat yang benar merupakan inti dari pelaksanaan puasa qadha, bukan hanya sekadar ucapan di lisan. Pendakwah menjelaskan bahwa niat yang tulus dalam hati sudah mencukupi untuk menjalankan puasa qadha.
Dilansir dari Cahaya, banyak ulama meyakini bahwa menjalankan puasa qadha yang hukumnya wajib harus diprioritaskan ketimbang puasa sunnah Syawal. Puasa qadha wajib, sementara puasa Syawal sunnah, sehingga yang wajib didahulukan.
Jika seseorang meninggal dunia namun masih memiliki utang puasa, keluarga atau ahli waris dianjurkan untuk menggantikannya. Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab terhadap kewajiban ibadah yang belum sempat ditunaikan.
Kuncinya dalam melaksanakan puasa qadha adalah niat yang cukup di dalam hati, boleh dilafalkan untuk memantapkan, dan mendahulukan yang wajib dibandingkan sunnah. Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini tanpa ragu.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·