Buleleng, Bali (ANTARA) - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja Bali tengah mengembangkan "lesson study" atau kaji pembelajaran, yakni model pembelajaran kolaboratif yang menempatkan refleksi dan perbaikan proses belajar siswa sebagai fokus utama.
"Hal ini merupakan salah satu pendekatan yang kini dinilai efektif dalam membangun budaya belajar yang berkualitas dalam dunia pendidikan," kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Undiksha Prof I Made Tegeh, di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa.
Ia menjelaskan, lesson study memiliki nilai penting dalam membangun budaya belajar bersama antarpendidik sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa.
Lesson study, kata dia, bukan sekadar mengamati guru mengajar. Esensinya adalah kolaborasi dan refleksi berkelanjutan untuk memahami bagaimana siswa belajar dan bagaimana pembelajaran dapat terus diperbaiki.
Baca juga: Akademisi Undiksha: Ikatan dinas solusi kualitas guru
"Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas proses belajar siswa,” katanya.
Menurutnya, pendekatan ini memberikan ruang bagi guru dan dosen untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta mengembangkan inovasi pembelajaran secara nyata di kelas.
Hal tersebut sekaligus memperkuat peran sekolah Laboratorium Undiksha sebagai laboratorium pembelajaran dan pusat inovasi pendidikan.
Dalam implementasinya, program ini juga menghadirkan kelas terbuka yang melibatkan orangtua siswa dan pemangku kepentingan pendidikan sebagai observer.
Baca juga: Undiksha kukuhkan tiga guru besar program berdampak
Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk memberikan perspektif dan masukan terhadap proses pembelajaran sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang terbuka dan kolaboratif.
Berbagai pembelajaran inovatif diterapkan dalam kegiatan ini, mulai dari diskusi kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, pemecahan masalah, hingga penggunaan media kreatif yang membuat suasana kelas lebih hidup dan menyenangkan. Dampaknya, siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terlibat dalam proses belajar.
Program tersebut berlangsung sejak semester ganjil hingga semester genap tahun ajaran 2026 ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA di sekolah laboratorium Undiksha.
Melalui pendekatan terkait, proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru semata, melainkan lebih menekankan pada bagaimana siswa belajar secara aktif, kreatif, dan bermakna.
Baca juga: Kemendiktisaintek kampanyekan program Mahasiswa Berdampak di Undiksha
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·