Unesa tangani dugaan kecurangan UTBK SNBT cepat tanpa gangguan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Surabaya (ANTARA) - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menangani dugaan kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 secara cepat tanpa mengganggu kelancaran ujian hari pertama.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa Martadi menjelaskan panitia telah mengantisipasi potensi kecurangan sejak awal, terutama pada Program Studi Kedokteran yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi secara nasional.

“Kami memang sudah memetakan potensi sejak awal. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tes pada program studi tertentu memiliki risiko kecurangan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pengawasan kami perketat dan SOP dijalankan secara lebih rinci,” katanya di Surabaya, Selasa.

Melalui pengawasan berlapis, panitia menemukan indikasi praktik perjokian dengan pemalsuan dokumen. Peserta tetap mengikuti ujian hingga selesai sebelum diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.

“Langkah ini menunjukkan bahwa SOP benar-benar kami jalankan. Kecurangan yang sangat kecil sekalipun dapat kami deteksi. Setelah ujian selesai, kami langsung melakukan pendalaman dan mengamankan yang bersangkutan,” ujarnya.

Baca juga: Sejumlah praktik curang ditemukan pada UTBK-SNBT hari pertama

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan pemalsuan ijazah dan dokumen kependudukan.

Tim kemudian melakukan verifikasi dengan pihak sekolah untuk mencocokkan data dan memperoleh salinan ijazah asli sebagai pembanding.

Dari verifikasi tersebut, ditemukan kesamaan nama, namun terdapat perbedaan pada foto, yang mengindikasikan dokumen yang digunakan bukan asli. Identitas kependudukan yang dibawa peserta juga terindikasi palsu.

Unesa berkoordinasi dengan panitia pusat UTBK SNBT dan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti temuan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kejujuran dan keadilan seleksi nasional.

Selain itu, berbagai langkah preventif juga diterapkan, seperti pemeriksaan ketat peserta, pembatasan barang bawaan, sistem pengamanan tas, serta penggunaan sandal khusus untuk mencegah penyalahgunaan perangkat tersembunyi.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.