Universitas Brawijaya kaji gagasan dapur MBG dikelola kampus

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) masih mengkaji gagasan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh kampus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Internasionalisasi UB Prof Andi Kurniawan di Kota Malang, Senin, mengatakan langkah yang perlu dibangun dalam melaksanakan tata kelola SPPG oleh kampus adalah menemukan model pelaksanaan terbaik di lapangan.

"Kami mendiskusikan dengan baik dan Universitas Brawijaya harus berkontribusi, tapi problematikanya sekarang mencari role model piloting tentang praktik karena dalam pelaksanaannya akan ada banyak hal yang diperbaiki," kata Prof Andi.

Menurut dia, semua langkah persiapan perlu dipikirkan secara matang dan mendalam, mulai dari pemanfaatan sumber daya, pengetahuan, hingga tema utama program tersebut yang salah satunya menyangkut terbentuknya sirkular ekonomi.

"Kalau itu bisa memberikan kontribusi berupa perbaikan sistem, maka Universitas Brawijaya harus turun. Jangan sampai ada permasalahan dan itu sebenarnya bisa ditata," kata dia.

Baca juga: Dapur MBG di kampus dinilai representasi program berbasis pengetahuan

Maka dari itu, pihaknya masih terus berdiskusi dengan BGN sebagai pemilik gagasan untuk mengetahui konsep detail perihal pendirian SPPG oleh kampus.

Para dosen dan pakar di kampus itu juga dikatakannya sedang melihat bagaimana sistematika terbaik pelaksanaan program strategis nasional ini.

Diharapkan model yang disusun nantinya mampu diterima dengan baik, kemudian dijadikan sebagai bahan uji coba, membentuk MBG sebagai laboratorium hidup, hingga terus dikembangkan.

"Ilmu juga bersifat netral, ada orang mau memakai ini dan ada orang yang tidak menggunakan, tetapi berkolaborasi untuk memberikan pendapat itu sebuah kewajiban," kata dia.

Soal target penuntasan pembahasan hingga realisasi, Andi masih belum memastikan kapan. Namun, yang jelas UB akan terus menelaah sebaik-baiknya tentang nilai dari gagasan tersebut.

"Ini harus melihat dengan bijak, kami tidak boleh gegabah," tuturnya.

BGN, pada Rabu (29/11) mengatakan kampus bisa mulai mempertimbangkan untuk memiliki setidaknya satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program peningkatan gizi nasional.

Hal itu disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mengingatkan bahwa perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program MBG.

Baca juga: UNAND lakukan analisis sebelum putuskan bangun dapur MBG

Baca juga: IPB siap bangun SPPG di Bogor Mei ini untuk dukung MBG

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.