Usulan Perbaikan Infrastruktur, Mutu Pendidikan, hingga Solusi Konflik Lahan Mencuat di Kotim

Sedang Trending 29 menit yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) Komisi III, Ferry Khaidir menampung ragam keluhan dan harapan warga. Ini didapat ketika dirinya menggelar agenda reses di beberapa desa serta kecamatan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Beragam masukan yang disuarakan publik mencakup pembenahan sarana jalan, perbaikan mutu edukasi, sokongan untuk tempat ibadah, penuntasan polemik tanah, sampai upaya memajukan bidang agrikultur dan perluasan koneksi internet di pedesaan.

Ketika berada di Desa Bringin Agung, Kecamatan Telaga Antang, penduduk memohon perbaikan jalur utama menuju padepokan di lingkungan RT 12/RW 13, pendirian tempat ibadah (musala) bagi kalangan muda di RT 18/RW 4, serta pembangunan gedung balai desa.

Di samping itu, masyarakat pun menuntut atensi lebih dari instansi terkait mengenai standar pendidikan. Khususnya pada kelayakan fasilitas fisik sekolah dan program pelatihan guna mendongkrak kompetensi tenaga pengajar.

“Masyarakat juga berharap adanya tempat penampungan sawit serta pembentukan kelompok tani untuk memperkuat sektor pertanian desa,” terang Ferry, Jumat (15/5/2026).

Beralih ke Kecamatan Telaga Antang, dia menerima aspirasi warga yang menyuarakan keinginan mereka seputar sokongan dana bagi pesantren senilai Rp1,2 miliar, pengadaan fasilitas publik semacam arena olahraga, restorasi penunjuk jalan, dan peningkatan kualitas sekolah di Desa Telaga Baru.

Tak hanya itu, perkara perselisihan lahan rupanya masih menjadi sorotan krusial bagi warga setempat yang menuntut adanya penyelesaian sengketa tanah secara tuntas dan komprehensif.

Electronic money exchangers listing

“Masyarakat berharap pemerintah hadir memberikan solusi terhadap persoalan sengketa tanah yang selama ini terjadi,”ujarnya.

Penduduk setempat juga menyuarakan perlunya tambahan tunjangan pendidikan bagi para guru di desa, berikut program melek digital (literasi teknologi) bagi golongan lanjut usia supaya mereka tidak tertinggal oleh pesatnya kemajuan informasi.

Melangkah ke Kecamatan Mentawa Baru Hilir, publik di sana menurutnya memohon pengadaan satu set perlengkapan pertunjukan reog bagi Paguyuban Putra Terate di Desa Pundu, pembangunan musala, pemeliharaan jalan maupun rambu-rambunya, hingga fasilitas operasional untuk mantir adat dan yayasan TPA.

Selain itu, warga desa juga berharap adanya pendampingan serta suntikan bantuan yang menyasar pada koperasi setempat maupun kelompok tani.

Di kawasan Desa Jaya Karet yang masuk wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, usulan yang mengemuka adalah pengecoran (semenisasi) jalan guna mendukung kelancaran distribusi hasil panen. Mereka juga mendesak adanya langkah tegas dari aparat dalam memberantas peredaran narkotika yang dinilai kian meresahkan ketentraman desa.

Sementara itu, masih di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, penduduk mendorong perbaikan ruas Jalan Syahrin Duahid dengan panjang kurang lebih 900 meter, yang berfungsi sebagai jalur vital menuju SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan.

Keluhan lain yang tak kalah penting adalah desakan pencarian jalan keluar atas krisis air bersih, ditambah harapan akan pemerataan sinyal komunikasi dan internet supaya bisa menyentuh seluruh pelosok desa.

Ferry menggarisbawahi bahwa segenap suara masyarakat tersebut, akan dicatat dan diadvokasi melalui kelembagaan DPRD Kalteng, agar nantinya lekas direspons oleh pemerintah daerah berdasarkan urutan prioritas pembangunan.

“Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses akan kami perjuangkan dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah (DPRD Kalteng) Komisi III, Ferry Khaidir menampung ragam keluhan dan harapan warga. Ini didapat ketika dirinya menggelar agenda reses di beberapa desa serta kecamatan wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Beragam masukan yang disuarakan publik mencakup pembenahan sarana jalan, perbaikan mutu edukasi, sokongan untuk tempat ibadah, penuntasan polemik tanah, sampai upaya memajukan bidang agrikultur dan perluasan koneksi internet di pedesaan.

Ketika berada di Desa Bringin Agung, Kecamatan Telaga Antang, penduduk memohon perbaikan jalur utama menuju padepokan di lingkungan RT 12/RW 13, pendirian tempat ibadah (musala) bagi kalangan muda di RT 18/RW 4, serta pembangunan gedung balai desa.

Electronic money exchangers listing

Di samping itu, masyarakat pun menuntut atensi lebih dari instansi terkait mengenai standar pendidikan. Khususnya pada kelayakan fasilitas fisik sekolah dan program pelatihan guna mendongkrak kompetensi tenaga pengajar.

“Masyarakat juga berharap adanya tempat penampungan sawit serta pembentukan kelompok tani untuk memperkuat sektor pertanian desa,” terang Ferry, Jumat (15/5/2026).

Beralih ke Kecamatan Telaga Antang, dia menerima aspirasi warga yang menyuarakan keinginan mereka seputar sokongan dana bagi pesantren senilai Rp1,2 miliar, pengadaan fasilitas publik semacam arena olahraga, restorasi penunjuk jalan, dan peningkatan kualitas sekolah di Desa Telaga Baru.

Tak hanya itu, perkara perselisihan lahan rupanya masih menjadi sorotan krusial bagi warga setempat yang menuntut adanya penyelesaian sengketa tanah secara tuntas dan komprehensif.

“Masyarakat berharap pemerintah hadir memberikan solusi terhadap persoalan sengketa tanah yang selama ini terjadi,”ujarnya.

Penduduk setempat juga menyuarakan perlunya tambahan tunjangan pendidikan bagi para guru di desa, berikut program melek digital (literasi teknologi) bagi golongan lanjut usia supaya mereka tidak tertinggal oleh pesatnya kemajuan informasi.

Melangkah ke Kecamatan Mentawa Baru Hilir, publik di sana menurutnya memohon pengadaan satu set perlengkapan pertunjukan reog bagi Paguyuban Putra Terate di Desa Pundu, pembangunan musala, pemeliharaan jalan maupun rambu-rambunya, hingga fasilitas operasional untuk mantir adat dan yayasan TPA.

Selain itu, warga desa juga berharap adanya pendampingan serta suntikan bantuan yang menyasar pada koperasi setempat maupun kelompok tani.

Di kawasan Desa Jaya Karet yang masuk wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, usulan yang mengemuka adalah pengecoran (semenisasi) jalan guna mendukung kelancaran distribusi hasil panen. Mereka juga mendesak adanya langkah tegas dari aparat dalam memberantas peredaran narkotika yang dinilai kian meresahkan ketentraman desa.

Sementara itu, masih di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, penduduk mendorong perbaikan ruas Jalan Syahrin Duahid dengan panjang kurang lebih 900 meter, yang berfungsi sebagai jalur vital menuju SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan.

Keluhan lain yang tak kalah penting adalah desakan pencarian jalan keluar atas krisis air bersih, ditambah harapan akan pemerataan sinyal komunikasi dan internet supaya bisa menyentuh seluruh pelosok desa.

Ferry menggarisbawahi bahwa segenap suara masyarakat tersebut, akan dicatat dan diadvokasi melalui kelembagaan DPRD Kalteng, agar nantinya lekas direspons oleh pemerintah daerah berdasarkan urutan prioritas pembangunan.

“Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses akan kami perjuangkan dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (her)