Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia lulusan Universitas Indonesia dr. Dony Yugo Hermanto Sp.JP Subsp Ar (K) FIHA mengatakan rokok elektrik atau vape memiliki risiko yang sama terhadap kesehatan jantung dengan rokok konvensional.
"Studinya itu gak jauh beda dengan rokok yang konvensional ya, jadi tetap risikonya tetap ada, walaupun mungkin gak setinggi yang konvensional, tapi tetap ada risiko ke arah sana," kata Dony kepada ANTARA, di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan asap yang dihirup dari vape sama-sama memiliki kandungan nikotin yang tidak berbeda jauh dari kandungan dalam rokok konvensional.
Baca juga: Usulan larangan total vape jangan sekadar "omon-omon"
Zat nikotin tersebut yang membuat asap menetap di paru-paru dan menyebabkan flek pada paru-paru perokok.
Dony mengatakan vape juga tidak bisa dijadikan sebagai cara untuk beralih dari rokok konvensional karena kandungan racunnya yang tidak jauh berbeda dan tetap berdampak pada kesehatan jangka panjang.
"Dua-duanya tetap berisiko, yang paling bagus ya setop, titik. Kalau beralih ke vape gak menyelesaikan masalah, tetap ada risikonya gitu," kata Dony.
Baca juga: Polisi gagalkan peredaran ratusan cartridge vape etomidate di Jakbar
Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Suyudi Ario Seto mengusulkan pelarangan terhadap rokok elektronik atau vape dengan cairannya atau liquid untuk diatur di dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Narkotika dan Psikotropika.
Berdasarkan hasil uji laboratorium pusat BNN terhadap 341 sampel cairan vape, 23 sampel terbukti mengandung etomidate (obat bius). Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2025, zat etomidate telah resmi masuk ke dalam daftar narkotika golongan dua.
Selain karena zatnya yang berbahaya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai wacana pelarangan rokok elektronik atau vape juga sebagai upaya melindungi kesehatan generasi muda.
Baca juga: Menko PM nilai harus ada regulasi yang jelas soal penyalahgunaan vape
Baca juga: Studi: perangkat vape dapat hantarkan logam berbahaya ke paru-paru
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·