Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Aji mencatatkan hasil berbeda pada sesi Free Practice 1 (FP1) MotoGP Spanyol 2026 di Circuito de Jerez – Ángel Nieto, Jumat (24/4/2026). Veda menempati posisi ke-24 pada kelas Moto3, sementara Mario mengakhiri sesi Moto2 di urutan ke-16.
Melansir laporan Kompas TV, Veda Ega Pratama membukukan waktu 1 menit 46,808 detik dalam sesi pembuka tersebut. Hasil itu menempatkan pebalap pendatang baru ini tertinggal +1,975 detik dari Maximo Quiles yang memuncaki tabel waktu dengan catatan 1:44,833.
Veda sebenarnya sempat memperbaiki performanya hingga mencapai urutan ke-17 saat sesi menyisakan waktu lima menit. Namun, gempuran serangan waktu dari para rival di menit-menit terakhir memaksa pebalap muda ini turun kembali ke peringkat ke-24.
"Sangat senang bisa kembali balapan setelah tiga minggu ini. Ini adalah periode yang bagus untuk mengatur ulang fokus, berlatih, dan bersiap menghadapi bagian selanjutnya dari musim ini. Setelah apa yang terjadi di Austin, tentu saja saya ingin membuka lembaran baru dan fokus meraih hasil yang kuat di Jerez," ujar Veda Pratama.
Target utama Veda pada akhir pekan ini adalah konsistensi mengingat kecepatan yang sudah ia tunjukkan pada seri sebelumnya. Ia berupaya mengonversi kecepatan tersebut menjadi hasil akhir yang solid pada saat balapan berlangsung.
"Saya tahu kami memiliki kecepatan yang bagus di balapan terakhir, jadi sekarang targetnya adalah menjadi lebih konsisten dan menyelesaikan tugas dengan baik," ucap Veda Pratama.
Pebalap asal Gunungkidul ini menilai karakteristik Sirkuit Jerez yang teknis sangat cocok dengan gaya balapnya. Penguasaan sektor yang presisi menjadi kunci utama di lintasan yang sudah ia kenal dengan baik tersebut.
"Jerez adalah lintasan yang sudah saya kenal, dan saya menyukai tata letaknya. Sirkuit ini cukup teknis dan Anda harus presisi di setiap sektor," tutur Veda Pratama.
Di kelas Moto2, Mario Aji sempat menunjukkan potensi kompetitif dengan menembus posisi lima besar melalui catatan waktu 1:40,235. Kendati demikian, ia harus puas menutup sesi FP1 di posisi ke-16 dengan waktu 1 menit 40,230 detik setelah banyak pebalap lain melakukan perbaikan waktu.
Hasil tersebut membuat Mario terpaut +0,710 detik dari pebalap tercepat di kelas Moto2, Barry Baltus, yang menorehkan waktu 1:39,525. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyoroti ketatnya persaingan di Sirkuit Jerez yang membuat perbedaan waktu sekecil apa pun sangat krusial.
"Jerez adalah lintasan yang dikenal baik oleh semua orang, namun hal itu juga yang membuatnya sangat kompetitif. Catatan waktu putaran selalu sangat berdekatan, dan perbedaan kecil saja bisa mengubah banyak posisi," ucap Hiroshi Aoyama.
Aoyama menegaskan bahwa jeda waktu tiga pekan telah dimanfaatkan tim untuk melakukan berbagai perbaikan teknis maupun fisik. Pihak manajemen merasa optimis terhadap perkembangan yang telah dicapai oleh kedua pebalap mereka sebelum memasuki rangkaian sesi utama.
"Kami memiliki periode yang produktif di mana para pebalap bisa berlatih, mengatur ulang fokus, dan mengerjakan banyak aspek. Saya yakin kami telah membuat kemajuan yang baik," kata Hiroshi Aoyama.
Kedua pebalap Indonesia dijadwalkan kembali turun ke lintasan pada sesi Practice hari ini, Jumat (24/4/2026), untuk memperebutkan posisi kualifikasi kedua (Q2). Moto3 akan memulai sesi Practice pada pukul 18.15–18.50 WIB, diikuti Moto2 pada pukul 19.05–19.45 WIB.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·