VinFast Indonesia Buka Suara Soal Insiden Taksi Green SM di Perlintasan Kereta

Sedang Trending 1 jam yang lalu
VinFast VF6 Lilo & Stitch Edition. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Semua armada taksi Green SM menggunakan mobil listrik lansiran VinFast, tak terkecuali unit yang tertemper kereta di perlintasan sebidang dekat dengan Stasiun Bekasi Timur. Diakui pabrikan, saat ini tengah melakukan investigasi lebih lanjut.

"Proses investigasi terhadap unit terdampak saat ini masih berlangsung. Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan hasil investigasinya. Sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh," urai singkat CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, kepada kumparan, Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, dugaan Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe mengatakan taksi tersebut mengalami korsleting pada roda sehingga tidak bisa melaju.

"Korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, di mana permasalahan itu terjadi tepat di perlintasan Ampera, perlintasan kereta api di Ampera," kata Sandhi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

Kondisi taksi listrik yang rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurutnya, KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi tersebut diduga mengirim sinyal yang salah ke kereta api lain yang akan melintas.

"Akibat dari permasalahan kendaraan tersebut, terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut dan mengganggu proses perjalanan kereta api lainnya," lanjut Sandhi.

Dugaan taksi Green SM yang mogok di tengah perlintasan sebidang diperkuat oleh warga di lokasi bernama Saman (55). Ia menjelaskan mobil datang dari arah timur menuju barat, namun tiba-tiba berhenti di tengah rel ketika hendak menyeberang.

KRL Commuterline yang terlibat kecelakaan dengan taksi online di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: X/@TMCPoldaMetro

"Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Tadi posisinya memang tidak kelihatan kereta. Penjaga ini teriak, 'sudah keluar, keluar'. Didorong-dorong tidak kuat, akhirnya keburu datang kereta, akhirnya menabrak," paparnya.

Hingga berita ini ditulis, total korban meninggal dunia menjadi 16 orang. Terbaru adalah Mia Citra (25), yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Bekasi Kota.

“Iya benar (bertambah jadi 16), info kami terima jam 11 siang ini di RSUD Bekasi, perempuan MC 25 tahun,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/4).

Selain korban meninggal, jumlah korban luka tercatat mencapai 90 orang. Dari jumlah tersebut, 44 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.