Kompetisi Eerste Divisie musim ini berakhir pahit bagi Vitesse setelah laga tandang melawan SC Cambuur pada Jumat, 24 April 2026, dihentikan permanen oleh otoritas liga akibat kericuhan suporter di tribun tamu. Keputusan ini memastikan skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Cambuur dan menutup peluang Vitesse menuju babak play-off.
Dewan kompetisi divisi kedua Liga Belanda tersebut menetapkan bahwa sisa waktu pertandingan tidak akan dilanjutkan kembali. Hasil ini membuat Vitesse tetap tertahan di klasemen dan gagal mengejar tiket play-off yang akhirnya jatuh ke tangan Den Bosch sebagai peringkat kesembilan klasemen umum.
Kericuhan memuncak pada menit ke-88 saat kedudukan sudah berbalik unggul untuk tuan rumah. Suporter Vitesse dilaporkan melemparkan kembang api ke arah tribun pendukung Cambuur, yang memaksa wasit menghentikan jalannya laga demi keselamatan pemain dan penonton di Stadion Leeuwarden.
Pemain Vitesse, Nino Zonneveld, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku oknum pendukung yang merugikan tim di momen krusial tersebut.
"Het is zeker niet goed te praten. Ze moeten ons op een positieve manier steunen. Ik kan de frustratie over hoe de wedstrijd geleid is begrijpen, maar de sfeer verpesten is niet goed en moeten ze niet doen." ujar Nino Zonneveld, Pemain Vitesse.
Pelatih Vitesse, Rüdiger Rehm, turut mengecam tindakan anarkis tersebut meski mengakui bahwa para pendukung telah memberikan dukungan luar biasa sepanjang musim.
"Het was geen fijne avond. Dit verdient Vitesse niet, onze supporters waren het hele seizoen geweldig, maar vandaag ging het te ver. Dit is erg gevaarlijk." kata Rüdiger Rehm, Pelatih Vitesse.
Rehm menambahkan bahwa insiden pelemparan kembang api ke tribun lain sangat membahayakan nyawa orang lain, termasuk keluarga dan anak-anak yang hadir di stadion.
"Het is een maatschappelijk probleem, het gaat niet alleen om de Vitesse-fans" lanjut Rüdiger Rehm, Pelatih Vitesse.
Ia juga membandingkan situasi ini dengan kejadian serupa yang mulai sering terjadi di negara lain seperti Jerman.
"In Duitsland zie je het ook. Ik snap de frustratie van de fans en misschien wordt het erger als ze iets drinken, maar een vuurpijl in een ander vak schieten is echt gevaarlijk. Er waren kinderen, families... het is enorm gevaarlijk om het naar andere fans te schieten." tambah Rüdiger Rehm, Pelatih Vitesse.
Di tempat lain, Willem II berhasil memenangkan laga melawan Dordrecht dengan skor 2-1, sementara ADO Den Haag menaklukkan Den Bosch 3-1. Meski kalah, Den Bosch tetap berhak atas tiket play-off karena Willem II dan ADO sudah mengamankan posisi teratas di periode keempat klasemen, berdasarkan laporan NOS.
Pertandingan ini juga menandai perpisahan Henk de Jong sebagai pelatih kepala SC Cambuur. Kemenangan ini memastikan Cambuur tetap berada di jalur promosi ke Eredivisie musim depan, sementara Vitesse harus mengubur ambisi mereka di penghujung musim yang kacau ini.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·