VKTR sampaikan pengunduran diri Gilarsi Wahju sebagai dirut perseroan

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) secara resmi menyampaikan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari jabatannya sebagai direktur utama perseroan

Pengunduran diri tersebut berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan sesuai ketentuan tata kelola perseroan dan peraturan yang berlaku melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang sedianya akan digelar pada Selasa (19/5).

“Kami menghormati keputusan Bapak Gilarsi Wahju Setijono dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan bagi perkembangan Perseroan," kata Komisaris Utama VKTR Anindya N. Bakrie dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut Anindya mengatakan, Dewan Komisaris memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan dengan baik dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Perseroan menegaskan proses ini merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan korporasi yang dijalankan secara terukur dan profesional, dengan tetap menjaga kesinambungan arah strategis perusahaan, serta komitmen terhadap seluruh pemangku kepentingan.

VKTR mengapresiasi atas kontribusi, dedikasi, dan kepemimpinan Gilarsi Wahju Setijono selama menjabat sebagai Direktur Utama.

Di bawah kepemimpinannya, perseroan disebut berhasil memperkuat fondasi bisnis, memperluas kolaborasi strategis, mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Salah satu pencapaian penting dalam periode tersebut adalah peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi bagian dari komitmen VKTR dalam mendukung transformasi mobilitas hijau sekaligus penguatan industri dalam negeri.

“Yang terpenting, arah strategis VKTR tetap kuat dan berkesinambungan. Perseroan akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis, penciptaan nilai jangka panjang, serta komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan,” ungkap dia.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.