Xi Jinping Sambut Kedatangan Donald Trump di Balai Besar Rakyat

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Presiden China Xi Jinping secara resmi menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di halaman Gerbang Timur Balai Besar Rakyat, Beijing, pada Kamis, 14 Mei 2026 pagi waktu setempat. Upacara penyambutan megah dengan jabat tangan ini mengawali agenda pembicaraan krusial mengenai konflik Timur Tengah, stabilitas Selat Taiwan, hingga persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) global.

Prosesi penyambutan dimulai tepat setelah pukul 10.00 waktu setempat saat Trump turun dari mobil kepresidenan "The Beast" di atas bentangan karpet merah. Berdasarkan laporan AFP dan ANTARA, upacara tersebut dimeriahkan dengan dentuman meriam sebanyak 21 kali di Lapangan Tiananmen serta penampilan band militer yang membawakan lagu kebangsaan kedua negara.

Trump hadir di Beijing dengan didampingi delegasi tingkat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dunia seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (NVIDIA), dan Tim Cook (Apple). Kunjungan selama dua hari ini merupakan lawatan pertama Presiden AS ke China dalam hampir satu dekade terakhir.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, memberikan keterangan mengenai signifikansi pertemuan bilateral ini dalam menjaga stabilitas global di tengah ketidakpastian politik dunia.

"Kami menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Trump ke China. Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan mendalam tentang isu-isu utama yang menyangkut hubungan China-AS dan perdamaian serta pembangunan dunia," kata Guo Jiakun.

Guo menambahkan bahwa pihak Beijing berharap adanya semangat kesetaraan dalam mengelola perbedaan kepentingan antara Washington dan Beijing demi memberikan kepastian bagi tatanan internasional.

"China siap bekerja sama dengan AS untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, serta memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang berubah dan bergejolak," ujar Guo Jiakun.

Pemerintah China menganggap peran diplomasi kepala negara sebagai panduan strategis yang sangat krusial bagi keberlanjutan hubungan kedua kekuatan ekonomi terbesar tersebut.

"diplomasi kepala negara memainkan peran yang tak tergantikan dalam memberikan panduan strategis untuk hubungan China-AS," papar Guo Jiakun.

Selain pertemuan formal, Trump dijadwalkan mengunjungi situs bersejarah Kuil Surga dan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan pada Kamis malam. Fokus utama AS dalam kunjungan ini mencakup dorongan pembukaan pasar bagi perusahaan Amerika serta penguatan kesepakatan bisnis di sektor pertanian dan manufaktur pesawat terbang.

"Welcome, welcome" teriak puluhan anak-anak sekolah yang melambaikan bendera saat kedua pemimpin meninjau barisan kehormatan Tentara Pembebasan Rakyat.