Wali Kota Tanggung Biaya Operasi Satpam yang Dibegal di Medan

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Wali Kota Medan Rico Waas saat ditemui di Medan, Senin (8/12/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menanggung biaya operasi pengangkatan peluru timah dari dalam tubuh satpam bernama Guntur Sugoro (41) yang dibegal di Medan.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 26 Tahun 2026 tentang menanggung penuh biaya pengobatan warga yang menjadi korban kejahatan jalanan (begal) melalui anggaran yang bersumber dari APBD Kota Medan.

"Dengan Perwal terbaru bisa dicover," kata Rico saat dikonfirmasi kumparan, Sabtu (23/5).

Rico mengatakan, pihaknya sedang melakukan proses menjenguk terhadap satpam tersebut guna melakukan operasi.

"Sedang proses bujuk, info terakhir sudah bersedia," ujar Rico.

Seorang penjaga malam bernama Guntur Sugoro kena begal di Medan, pulang ke rumah karena tak sanggup bayar operasi. Pelurunya masih tertancap di dalam tubuhnya. Foto: Dok. Istimewa

Guntur yang merupakan satpam SPPG ini, menjadi korban begal di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (11/5) sekitar pukul 23.30 WIB.

Guntur bercerita, saat itu dirinya berangkat dari rumahnya di Jalan Masjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, menuju rumah temannya.

Guntur bekerja sebagai penjaga malam baru dua bulan. SPPG sekolah tersebut baru akan buka di semester depan.

Seorang penjaga malam bernama Guntur Sugoro kena begal di Medan, pulang ke rumah karena tak sanggup bayar operasi. Pelurunya masih tertancap di dalam tubuhnya. Foto: Dok. Istimewa

Kata Guntur, ia mau meminjam uang temannya sebesar Rp 200 ribu karena dirinya belum menerima gaji dari tempatnya bekerja.

Lalu Guntur dipepet oleh sekelompok orang berjumlah sekitar lima orang dan menyuruhnya berhenti. Guntur dibacok dan diduga ditembak senapan angin di punggungnya.

Sontak Guntur mencoba kabur dari dekapan para sekelompok begal tersebut. Ia pun menabrak sepeda motor pelaku dan berhasil melarikan diri.

Guntur kemudian langsung menuju ke rumah temannya dan ia pun dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Haji untuk mendapatkan perawatan tentang peluru yang masih tertancap di dalam tubuhnya. Namun, di rumah sakit tersebut tidak dapat tanggapan, dirinya kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan dan melakukan operasi.

Di rumah sakit tersebut, Guntur hanya diperban dan pelurunya belum diambil oleh dokter.

Seorang penjaga malam bernama Guntur Sugoro kena begal di Medan, pulang ke rumah karena tak sanggup bayar operasi. Pelurunya masih tertancap di dalam tubuhnya. Foto: Dok. Istimewa

Guntur menjelaskan, dirinya sudah pulang ke rumahnya pada hari Rabu (20/5). Namun, peluru senapan angin tersebut masih bersarang di dalam tubuhnya.

Guntur mengatakan, peluru yang tertancap di dalam tubuhnya merupakan peluru timah. Sehingga dokter mengatakan timah tersebut tidak berbahaya di dalam tubuhnya.

"Dokternya itu menyemangati saya dengan kata-kata 'Alah Bang, ngapain diambil?, soalnya banyak juga pasien yang pelurunya di dalam'. Tapi habis itu dia (dokter) bilang kita cek juga dulu takutnya ada infeksi. Pelurunya timah tapi model tajam dia. Menurut dokter, timah itu enggak berbahaya di dalam tubuh. Dia bilang enggak masalah, tapi di akhir dia bicara untuk cek dulu, mana tau ada bernanah atau infeksi," jelas Guntur.

Setelah itu, dokter menyarankan Guntur untuk kontrol kembali terhadap perawatannya.

"Makanya Senin ini kan saya disuruh kontrol ke sana lagi. Kemarin kita cuma bayar scanning, kalau biaya yang tau itu adik saya," ujar Guntur.

Guntur berniat mengeluarkan peluru tersebut di dalam tubuhnya. Namun, biaya yang diperlukan mencapai Rp 60 juta-Rp 100 juta.

"Iya (berniat). Karena yang segini saja, kita ganjel rasanya. Apalagi selamanya. Cuma belum tau kapan. Kita tunggu instruksi dokter lagi. Karena biayanya bisa total Rp 60 juta sampai Rp 100 juta," imbuh Guntur.