Wamendagri Dorong Kolaborasi Pariwisata Berkelanjutan se&Asia Pasifik

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengajak pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pembangunan regional inklusif. Seruan ini disampaikan dalam pertemuan UCLG ASPAC di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (8/5/2026), dilansir dari Detikcom.

Forum berskala internasional yang berlangsung di Phinisi Ballroom Hotel Claro tersebut dinilai menjadi momentum krusial untuk mempererat solidaritas antardaerah dalam menghadapi tantangan global. Wiyagus menekankan pentingnya tata kelola lokal yang kuat demi kemajuan sektor pariwisata di wilayah masing-masing.

"Kita berkumpul untuk menjawab satu tantangan besar, yaitu memperkuat tata kelola lokal untuk pariwisata berkelanjutan dan pembangunan regional yang inklusif," ujar Wiyagus, Wakil Menteri Dalam Negeri.

Indonesia memanfaatkan forum ini untuk memaparkan potensi besar yang dimiliki, mulai dari kekayaan alam tropis di garis khatulistiwa hingga keberagaman budaya masyarakatnya. Pemerintah saat ini fokus mengembangkan lima destinasi superprioritas dan sepuluh kawasan prioritas untuk memeratakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Meskipun mendorong pertumbuhan, Wiyagus memberikan catatan khusus terkait pengelolaan lingkungan hidup dalam operasional pariwisata. Penanganan limbah makanan serta sampah plastik menjadi poin utama yang harus diatasi agar tidak merusak ekosistem daerah tujuan wisata.

"Dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029 Indonesia melakukan pergeseran paradigma dari mass tourism menuju quality tourism," kata Wiyagus, Wakil Menteri Dalam Negeri.

Perubahan orientasi menuju pariwisata berkualitas tersebut diharapkan mampu meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, percepatan implementasi konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, dan ekonomi sirkular terus didorong ke seluruh pemerintah daerah di bawah payung UCLG ASPAC.

Wiyagus juga merumuskan lima langkah aksi bersama, termasuk penguatan jejaring pemangku kepentingan dan pemanfaatan transformasi digital untuk memantau dampak lingkungan. Ia berharap kerja sama ini melahirkan kesepakatan strategis yang berdampak nyata bagi pemberdayaan UMKM lokal dan ekonomi kreatif.

"Mari kita jadikan pariwisata sebagai instrumen perdamaian, kesejahteraan, dan keberlanjutan bagi seluruh rakyat di Asia Pasifik," pungkas Wiyagus, Wakil Menteri Dalam Negeri.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Sultra Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta Presiden UCLG ASPAC Ugur Ibrahim Altay. Kehadiran para pimpinan daerah ini mempertegas komitmen kolektif dalam mewujudkan pembangunan regional yang berkelanjutan.