Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD di SD Kanisius, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Jumat (17/4/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan kelancaran teknis dan penguatan karakter siswa menjelang pelaksanaan ujian digital tersebut.
Fajar Riza Ul Haq mengingatkan para siswa agar tidak menghalalkan segala cara demi mendapatkan nilai tinggi. Menurut laporan ANTARA, integritas dalam proses pengerjaan soal menjadi poin utama yang ditekankan kepada peserta didik kelas VI.
"Hadapi TKA dengan jujur dan benar. Nilai walau tidak sempurna namun didapatkan dengan cara yang jujur itu lebih berharga. Yang nilainya 100 tetapi hasil menyontek, itu tidak ada artinya", kata Wamendikdasmen Fajar, dalam pernyataan tertulis.
Wamendikdasmen menjelaskan bahwa struktur soal TKA tahun ini telah dikembangkan untuk menguji daya nalar siswa. Fokus pengujian dialihkan dari sekadar ingatan tekstual menuju penyelesaian masalah praktis.
"TKA hadir dengan pendekatan yang menekankan pada penguasaan logika melalui model soal cerita", kata Wamendikdasmen Fajar.
Selain kesiapan mental, pemerintah memastikan dukungan fisik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut. Langkah ini diambil agar kondisi kebugaran murid tetap terjaga selama masa persiapan hingga hari pelaksanaan ujian.
Kepala Sekolah SD Kanisius Wonogiri, Eliut Nina, menyatakan sebanyak 26 murid kelas VI telah mengikuti serangkaian persiapan matang. Sekolah memberikan jam pelajaran tambahan serta mengoptimalkan laboratorium komputer agar siswa terbiasa dengan sistem ujian digital.
"TKA memberikan ukuran yang jelas terhadap hasil belajar siswa", kata Eliut Nina.
Persiapan teknis juga dibarengi dengan perubahan strategi instruksional oleh tenaga pendidik. Guru kelas VI, Danang Prasetyo Wibowo, menyebutkan bahwa fokus pembelajaran kini lebih banyak diarahkan pada pemahaman instruksi soal, terutama untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
"Melalui logika yang terlatih, murid tidak perlu terjebak menghitung manual secara berlebihan untuk mencapai hasil yang maksimal", kata Danang Prasetyo Wibowo.
Pihak sekolah menganggap nilai TKA sangat krusial karena menjadi komponen utama bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang sekolah menengah melalui jalur prestasi. Berdasarkan informasi dari Litbang Dikbud yang dilansir Medcom.id, ujian TKA SD/MI memiliki durasi pengerjaan selama 75 menit.
Strategi efektif untuk menghadapi durasi tersebut mencakup latihan rutin di depan komputer selama 10 menit setiap hari dan penggunaan metode belajar cicil selama 20 hingga 30 menit. Siswa juga disarankan untuk memprioritaskan pengerjaan soal yang dianggap mudah terlebih dahulu guna mengoptimalkan manajemen waktu di ruang ujian.
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·