Medan (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak meminta jamaah calon haji gelombang kedua harus cukup istirahat ketika berada di dalam pesawat udara.
"Mereka itu, sudah pakaian ihram. Kemudian mendarat, dan langsung tawaf untuk umrah wajib," ucap Dahnil didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara Zulkifli Sitorus di Asrama Haji Medan, Jumat.
Wamenhaj mengatakan, otomatis jamaah calon haji gelombang kedua tersebut dipastikan akan lebih banyak menguras banyak tenaga begitu tiba di tanah suci.
Data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga Kamis (7/5), menyatakan, sebanyak 286 kelompok terbang dengan 110.848 jamaah calon haji dan 1.141 petugas haji telah tiba di tanah suci.
Di antaranya 9 kelompok terbang dengan 3.459 jamaah calon haji dan 36 petugas telah tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah sebagai bagian pemberangkatan gelombang kedua mulai 7 Mei hingga 21 Mei 2026.
Jamaah calon haji gelombang kedua ini mengambil miqat atau berniat ihram di dalam pesawat udara sebelum mendarat atau saat berada di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
"Oleh sebab itu, nanti disarankan pak kakanwil (kepala kantor wilayah) untuk banyak istirahat di pesawat. Kurangi ngerumpi di pesawat," tegas Dahnil.
Baca juga: Wamenhaj: Sumut jadi zona penyangga operasional haji nasional
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumut Zulkifli Sitorus menyampaikan, kunjungan Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi motivasi bagi seluruh petugas embarkasi guna meningkatkan pelayanan kepada jamaah.
"Alhamdulillah, kunjungan Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi motivasi bagi seluruh jajaran petugas di Embarkasi Medan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada calon haji," katanya.
Menurutnya, berbagai arahan yang disampaikan Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi perhatian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di Embarkasi Medan.
"Terutama dalam menghadapi dinamika operasional haji, seperti technical landing (pendaratan teknis) maupun penanganan calon haji dengan kondisi kesehatan khusus,” ujar Zulkifli.
Embarkasi Medan, lanjut dia, tidak hanya melayani keberangkatan jamaah reguler, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung kelancaran operasional haji nasional.
Pihaknya juga mengatakan, Embarkasi Medan harus siap menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi darurat, dan transit penerbangan.
"Karena itu, koordinasi lintas sektor terus kami perkuat demi memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama,” tegas Zulkifli.
Baca juga: Kemenhaj bakal beri sanksi tegas terhadap pelanggar aturan haji
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·