Wamenkes: skrining dan renovasi rumah percepat penanganan TB di Papua

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut pentingnya gerakan penemuan kasus tuberkulosis (TB) di Papua melalui skrining menggunakan X-ray yang diawali dengan tracing kontak serumah dari pasien serta program renovasi rumah bagi pasien TB.

"Penanganan TB tidak cukup hanya dengan obat. Lingkungan tempat tinggal juga harus sehat agar pasien bisa sembuh optimal dan tidak menularkan ke orang lain," ujar Benny saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, pemerintah menghadirkan berbagai intervensi nyata yang langsung menyentuh masyarakat dalam penanganan penyakit menular di Papua. Penggunaan X-ray portable untuk skrining menjadi solusi percepatan deteksi dini TB.

Sementara itu, renovasi rumah pasien dilakukan untuk memperbaiki ventilasi dan kondisi hunian yang berisiko terhadap penularan penyakit.

Dia mengatakan, tantangan utama terletak pada masih rendahnya penemuan kasus dan belum optimalnya pelacakan kontak. Bahkan, sebagian besar wilayah di Papua belum mencapai target penemuan kasus TB secara nasional.

Selain itu, capaian layanan kesehatan untuk TB secara nasional baru mencapai 89,55 persen, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses dan mutu layanan, terutama di wilayah dengan keterbatasan geografis.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis antara lain, peningkatan skrining masif dan pelacakan kontak TB yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Selain itu, penguatan pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan pengobatan hingga tuntas, serta didukung dengan integrasi sistem pelaporan secara real-time dan pelibatan kader, keluarga maupun komunitas dalam penanganan pasien.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menambahkan bahwa intervensi berbasis masyarakat perlu diperkuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Pendekatan berbasis komunitas, seperti Desa dan Kelurahan Siaga TB, menjadi kunci dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit,” ujar Akhmad.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat keterlibatan masyarakat melalui pendampingan pasien oleh kader dan keluarga.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera menetapkan Rencana Aksi Daerah serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TB, agar intervensi di lapangan dapat berjalan lebih terarah dan terukur,” ujarnya.

Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya penanganan TB bersama pemerintah pusat.

Dia juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan tenaga kesehatan dan pembiayaan program.

"Kami berharap dukungan anggaran dan penguatan tenaga kesehatan terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal," kata Mathius.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.