Wamenko Pangan RI berikan kuliah umum di Universitas Riau

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Saya yakin, kreativitas anak bangsa itu banyak dan beragam, maka melalui kuliah umum ini dan pelajaran yang didapat pada mata kuliah dapat membuat adik-adik mahasiswa mampu menciptakan legasi digital yang mendukung ketahanan pangan,

Pekanbaru, (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pangan Republik Indonesia Hanif Fausol Nurofiq memberikan kuliah umum yang di Kampus Binawidya Universitas Riau dengan tema “Kebijakan Prioritas Pemerintah di Bidang Pangan”.

Hanif menyampaikan terdapat tujuh instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yaitu percepatan swasembada pangan di bidang pertanian, pembangunan kawasan swasembada pangan, energi dan air, peningkatan infrastruktur irigasi, operasional Kopdes Merah Putih, stabilitas harga pangan dan stok pangan, penyerapan hasil produksi petani dan penganekaragaman pangan lokal.

"Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 dan mendorong kemandirian bangsa dengan swasembada pangan, energi, dan air nasional melalui percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional,” kata Hanif di Pekanbaru, Kamis.

Oleh sebab itu, ia berharap mahasiswa yang hadir dapat menghasilkan riset pangan yang aplikatif. Khususnya dalam pengembangan benih unggul, teknologi pertanian, dan hilirisasi produk lokal.

Baca juga: Wamentan minta HKTI kawal program pertanian hingga ke petani

Ia juga menegaskan pemerintah membutuhkan energi anak muda untuk mengawal kebijakan dan memberikan masukan konstruktif, serta berani bertanya dan mengusulkan gagasan baru.

"Saya yakin, kreativitas anak bangsa itu banyak dan beragam, maka melalui kuliah umum ini dan pelajaran yang didapat pada mata kuliah dapat membuat adik-adik mahasiswa mampu menciptakan legasi digital yang mendukung ketahanan pangan,” harapnya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur berharap mahasiswa di Riau mampu merancang atau menerapkan teknologi tepat guna. Seperti "urban farming", rumah bibit hemat air, atau digitalisasi pertanian (smart farming) untuk mengatasi penyempitan lahan.

“Mengembangkan inovasi pengolahan hasil pertanian seperti 'nata de coco', olahan kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Kami juga berharap, adik-adik mahasiswa ini dapat memahami bahwa swasembada pangan (beras, jagung, gula) adalah kunci kedaulatan bangsa dan kehormatan negara,” ujarnya.

Baca juga: Wamenko Hanif siap perkuat program ketahanan pangan nasional

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.