Palembang (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyoroti pentingnya menjaga kualitas beras di tengah melimpahnya cadangan beras nasional yang kini telah menembus lebih dari 5,1 juta ton.
Sudaryono saat diwawancarai di Palembang, Kamis, mengatakan fokus pemerintah saat ini tidak lagi semata pada peningkatan produksi, melainkan memastikan pengelolaan stok dilakukan secara disiplin agar beras tetap layak konsumsi saat didistribusikan.
“Tantangan kita sekarang adalah bagaimana Bulog disiplin menjaga kualitas beras. Tadi saya sudah cek langsung sampai ke bagian dalam, saya tusuk-tusuk karungnya, alhamdulillah tidak ada kerusakan, tidak lembab, dan tidak ada kutu,” katanya.
Menurutnya, peningkatan produksi beras nasional yang signifikan berdampak pada keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan. Sejumlah gudang Bulog di berbagai daerah dilaporkan mulai penuh.
Bahkan di beberapa wilayah, termasuk Sumatera Selatan, pemerintah harus menyewa fasilitas tambahan seperti penggilingan padi untuk menampung hasil panen.
“Gudang kita sudah tidak cukup, sehingga harus menyewa tempat lain. Ini menunjukkan produksi meningkat, tetapi juga menuntut kesiapan infrastruktur penyimpanan,” jelasnya.
Sudaryono menyebut Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah prioritas pembangunan gudang baru karena merupakan sentra produksi pangan utama di wilayah Sumatera.
Saat ini, cadangan beras di provinsi tersebut tercatat sekitar 98 ribu ton dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga akhir masa panen raya pada Mei 2026.
Ia memastikan stok beras di Sumatera Selatan dalam kondisi aman, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun program bantuan pangan pemerintah.
“Selama panen masih berlangsung, stok akan terus bertambah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras,” jelasnya
Untuk mengantisipasi lonjakan produksi sekaligus menjaga stabilitas harga, pemerintah tengah membangun sekitar 100 unit gudang dan fasilitas pengolahan beras baru di berbagai daerah, kata Sudaryono.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Renato Horison mengatakan provinsi Sumatera Selatan mendapat alokasi pembangunan lima gudang baru dalam rencana tersebut.
“Sumatera Selatan mendapatkan jatah lima gudang baru karena memang menjadi sentra produksi pangan nomor satu di Sumatera dan termasuk lima besar secara nasional,” ujarnya.
Baca juga: Dirut Bulog: Stok beras 5 juta ton bukti swasembada bukan rekayasa
Baca juga: Mentan tegaskan tak ada kenaikan harga beras meski isu biaya kemasan
Baca juga: Bulog adopsi teknologi BRIN agar bisa simpan beras hingga dua tahun
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·