Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberi semangat 10 siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang merupakan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat saat menerima mereka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu.
Dalam pertemuan itu, siswa-siswi SMAN 1 Pontianak tersebut diundang langsung oleh Wapres ke Jakarta untuk berdialog terutama setelah adanya polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI terkait keputusan dewan juri terhadap jawaban peserta lomba cerdas cermat. Siswa-siswi tersebut didampingi oleh tiga guru dari SMAN 1 Pontianak.
"Di dalam tadi, kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar," kata Josepha Alexandra Roxa Potifera, yang akrab disapa Ocha, saat ditemui selepas pertemuan dengan Wapres Gibran di Istana Wapres, Jakarta, Rabu.
Wapres Gibran, sebagaimana dituturkan oleh Ocha, juga memberi semangat kepada para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan meningkatkan kemampuan berdebat dan mempertahankan argumentasi.
"Kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," kata Ocha.
Dalam kesempatan itu, Josepha mengaku senang diundang langsung untuk bertemu Wapres. Dia mengaku tidak pernah membayangkan akan bertemu tatap muka dengan Wapres di Istana Wapres.
"Kami dan tim sangat kaget karena informasinya tiba-tiba," kata Josepha,
Selepas bertemu Wapres Gibran, dia pun menyatakan kasus yang terjadi saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI itu akan menjadi pembelajaran bagi dirinya dan teman-temannya untuk berkembang.
"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," kata Ocha.
Baca juga: MPR telaah sanksi tambahan terhadap dewan juri LCC Empat Pilar Kalbar
Josepha atau Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak yang menerima poin minus 5 dari Dewan Juri babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, meskipun jawaban yang dia sampaikan merupakan jawaban yang benar.
Ocha pun dalam acara itu langsung melayangkan protes kepada dewan juri, tetapi protesnya itu tidak diterima, dan dewan juri memilih memberikan poin kepada tim lain, yang akhirnya tim tersebut keluar sebagai pemenang.
Rekaman video yang menampilkan rangkaian peristiwa Josepha menjawab sampai akhirnya protesnya ditolak dewan juri itu kemudian viral di media sosial. Banyak dukungan diberikan kepada Josepha dari berbagai warganet hingga pimpinan MPR RI.
Bahkan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menggelar sesi jumpa pers tersendiri di Jakarta, Rabu, untuk merespons polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Muzani mengumumkan babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan diulang, dan acaranya akan diawasi langsung oleh pimpinan MPR dari awal sampai akhir. Tidak hanya itu, susunan dewan juri juga akan diganti seluruhnya, mengingat susunan dewan juri yang lama dinonaktifkan karena kekeliruan memberikan skor saat babak final.
Baca juga: Setjen MPR evaluasi menyeluruh LCC empat pilar pascapolemik di Kalbar
Baca juga: MPR sampaikan permohonan maaf terkait LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Baca juga: Sekjen MPR bantah juri LCC Empat Pilar Kalbar berpihak
Pewarta: Genta Tenri Mawangi, Mentari Dwi Gayati
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·