Investor kawakan Warren Buffett menawarkan metode 90/10 sebagai strategi alokasi aset yang sederhana dan berbiaya rendah bagi investor ritel pada Jumat (17/4/2026). Pendekatan ini dirancang untuk mempermudah pengambilan keputusan investasi tanpa mengorbankan potensi imbal hasil jangka panjang, sebagaimana dilansir dari Money.
Metode ini menginstruksikan investor untuk menempatkan 90 persen dana pada reksa dana saham berbiaya rendah yang mengikuti indeks pasar modal besar. Sementara itu, 10 persen sisanya dialokasikan pada obligasi pemerintah jangka pendek sebagai penyeimbang risiko dan penyedia likuiditas saat terjadi volatilitas pasar.
Keyakinan Buffett terhadap strategi ini didasarkan pada asumsi bahwa pasar saham cenderung naik seiring pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Dilansir dari Investopedia, strategi ini pertama kali dipaparkan Buffett dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada tahun 2013 silam.
Terdapat dua kutipan kunci dari laporan Investopedia mengenai pandangan Buffett terhadap kemampuan investor di pasar modal.
"tidak memiliki keahlian untuk secara konsisten mengalahkan pasar." ujar Buffett, Komisaris Berkshire Hathaway.
Penempatan dana pada reksa dana saham secara otomatis memberikan diversifikasi ke ratusan perusahaan besar sehingga mengurangi risiko spesifik saham. Buffett secara konsisten memberikan kritik terhadap biaya tinggi yang dibebankan oleh para manajer investasi aktif yang dinilai dapat menggerus keuntungan investor.
Meskipun sederhana, strategi ini menuntut disiplin tinggi untuk menghadapi fluktuasi pasar tanpa terjebak emosi. Peneliti keuangan Javier Estrada telah melakukan pengujian akademis yang menunjukkan efektivitas strategi ini untuk jangka waktu hingga 30 tahun dengan penyesuaian pada pola penarikan dana.
Namun, metode 90/10 dinilai tidak cocok untuk semua profil investor karena komposisinya yang agresif pada porsi saham. Investor yang mendekati masa pensiun atau memiliki toleransi risiko rendah disarankan untuk menyesuaikan alokasi dengan memperbesar porsi obligasi guna mengurangi volatilitas portofolio.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·