Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa munculnya wabah hantavirus mematikan di kapal pesiar MV Hondius tidak memicu ancaman pandemi global. Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, pada Kamis (7/5), setelah kasus infeksi terdeteksi di kapal yang berlayar di Samudra Atlantik.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, memberikan jaminan bahwa situasi medis saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis kesehatan global sebelumnya. Pihak otoritas kesehatan internasional terus memantau perkembangan kasus tersebut secara ketat.
"Ini bukan awal dari sebuah pandemi," kata Maria Van Kerkhove, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO.
Penjelasan tersebut diberikan untuk meredam kekhawatiran publik mengenai potensi pengulangan masa darurat kesehatan. Van Kerkhove menekankan adanya perbedaan fundamental antara karakter hantavirus dengan virus penyebab wabah massal lainnya.
"Ini bukan COVID," ujar Maria Van Kerkhove.
Perbedaan karakteristik virus menjadi faktor utama mengapa risiko penularan luas dianggap rendah. Maria Van Kerkhove merujuk pada perbandingan situasi kesehatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
"Situasinya tidak sama seperti yang kita alami enam tahun lalu. Penyebarannya tidak seperti virus corona. Ini sangat berbeda," ujar Maria Van Kerkhove.
Hantavirus diketahui memiliki mekanisme transmisi yang sangat spesifik melalui perantara hewan pengerat. Jalur paparan utama terjadi melalui kontak langsung atau inhalasi partikel dari kotoran tikus.
"Sebagian besar hantavirus sama sekali tidak menular antarmanusia," ujar Maria Van Kerkhove.
Berdasarkan data medis, virus ini menjangkit manusia lewat perantara air liur, feses, atau kotoran hewan pengerat. Hingga saat ini, laporan hantavirus di kapal pesiar tersebut tetap ditangani sebagai insiden lokal yang terkendali.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·