Jakarta (ANTARA) - Sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun ini, Filipina menyerukan agar negara-negara ASEAN meningkatkan solidaritas dan kerja sama di bidang kemaritiman, khususnya di tengah krisis geopolitik yang berdampak terhadap kawasan.
Disampaikan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN, Jumat, konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran membawa dampak besar bagi pelayaran maritim.
“Dinamika tersebut telah mengganggu pergerakan pelayaran laut dan transportasi udara, meningkatkan risiko bagi kapal dagang dan kapal non-kombatan, serta berdampak pada pasokan energi dan komoditas penting,” kata Marcos, sebagaimana disiarkan melalui YouTube ASEAN 2026, yang dipantau di Jakarta.
Ia mengatakan ketegangan tersebut mengakibatkan kenaikan biaya hidup dan disrupsi pasokan barang yang memberi tekanan ekonomi dan mengancam hayat hidup masyarakat Asia Tenggara, baik yang ada di tanah airnya maupun yang ada di Timur Tengah.
Namun demikian, dinamika tersebut juga merupakan pengingat semakin pentingnya menjaga sentralitas dan solidaritas ASEAN dalam menghadapi tantangan bersama melalui aksi kolektif.
Marcos menegaskan pentingnya negara-negara ASEAN meningkatkan kerja samanya di sektor maritim. Filipina pun akan memastikan agar komitmen tersebut benar-benar menjadi aksi konkret di kawasan selama memimpin ASEAN tahun ini, kata dia.
“Karena itu, kami mengakui pentingnya kerja sama maritim dan mengharapkan diadopsinya Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Maritim,” kata Marcos.
Ia mengatakan deklarasi tersebut akan memuat usulan Filipina terkait pendirian Pusat Maritim ASEAN.
Institusi tersebut, ucap Presiden Filipina, akan menjadi platform yang penting bagi kerja sama maritim dalam koordinasi dengan badan ASEAN lain yang relevan melalui mekanisme yang dipimpin ASEAN.
KTT ke-48 ASEAN serta pertemuan terkait secara resmi dibuka pada Jumat siang oleh Presiden Marcos di Cebu, Filipina.
Di bawah Keketuaan Filipina di ASEAN dengan tema "Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama", KTT kali ini akan itu berfokus pada pembahasan mengenai respons bersama terhadap situasi di Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap kawasan.
Adapun sebelum penyelenggaraan KTT ASEAN, serangkaian pertemuan tingkat menteri digelar terlebih dahulu pada Kamis, antara lain Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) serta Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC).
Baca juga: KTT ASEAN dibuka, Filipina serukan solidaritas hadapi konflik global
Baca juga: ASEAN targetkan perjanjian ekonomi digital DEFA diteken November 2026
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·