- Sabtu, 23 Mei 2026 08:28 WIB
Petugas Palang Merah bersiap menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). WHO menyatakan, hingga jumat, korban epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 82 kasus terkonfirmasi, dengan tujuh kematian terkonfirmasi namun jumlah sesungguhnya diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dengan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek. ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar
Petugas Palang Merah berjalan berbaris saat melakukan disinfeksi di Rumah Sakit Umum Rwampara sebelum menangani jenazah seorang korban yang meninggal akibat Ebola di Centre Medical Evangelique (CME), komune Hoho, Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). WHO menyatakan, hingga jumat, korban epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 82 kasus terkonfirmasi, dengan tujuh kematian terkonfirmasi namun jumlah sesungguhnya diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dengan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek. ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar
Seorang personel polisi Kongo berjaga di pusat perawatan Ebola yang terbakar di Rumah Sakit Umum Rwampara, pinggiran Bunia, Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Kamis (21/5/2026). WHO menyatakan, hingga jumat, korban epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencapai 82 kasus terkonfirmasi, dengan tujuh kematian terkonfirmasi namun jumlah sesungguhnya diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dengan hampir 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek. ANTARA FOTO/Reuters/Gradel Muyisa Mumbere/bar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·